detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 22:08 WIB

Menjajal Malioboro Saat Bebas Motor

Atika Lulu Zahra - detikNews
Menjajal Malioboro Saat Bebas Motor Foto: Atika Lulu Zahra/detikcom
Yogyakarta - Tiap Selasa Wage atau 35 hari sekali, kawasan Malioboro Yogyakarta bebas kendaraan bermotor. Mulai ujung Malioboro di selatan pintu lintasan KA Stasiun Tugu hingga titik nol kilometer.

Uji coba kawasan Malioboro menjadi semi pedestrian atau bebas kendaraan, pada Selasa, 18 Juni 2019. Kebijakan semi pedestrian dilakukan mulai pukul 06.00-21.00 WIB.

Hari ini, Selasa (23/7/2019) merupakan uji coba kedua Malioboro berlaku bebas kendaraan bermotor. Sejak pagi petugas dari Pemkot Yogyakarta sudah berjaga-jaga dipintu masuk Malioboro yang di depan Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Jl Pasar Kembang. Beberapa ruas jalan lain seperti Jl Perwakilan, Jl Dagen, Sosrowijayan juga dijaga petugas.

Wisatawan yang berkunjung di Maliboro memanfaatkan moment langka setiap 35 hari sekali ini. Mereka ada yang duduk santai di bangku-bangku pedestrian hingga selfi dan berfoto bersama di tengah jalan.

Sepeda-sepeda gratis yang disediakan di dekat pintu KA Stasiun Tugu, depan Hotel Garuda dan Malioboro Mal banyak dimanfaatkan wisatawan. Mereka mengayuh sepeda hingga depan Pasar Beringharjo. Sepeda, becak, dan andong bebas masuk. Sedangkan bus hanya Trans Jogja yang masih boleh melintas.
Menjajal Malioboro Saat Bebas MotorFoto: Atika Lulu Zahra/detikcom

Detikcom bersama sejumlah komunitas sepeda di Yogya, hari ini sempat mencoba merasakan bersepeda dengan bebasnya. Menyusuri dari ujung Malioboro ke arah selatan hingga titik Nol Kilometer kemudian kembali di depan Hotel Ina.

"Yang pertama di bulan Juni hanya mencoba sendiri, sekarang bersama komunitas. Cuma hari ini agak siang, tidak pagi hari," kata Ibnu Prasetyo, salah satu anggota penggemar sepeda balap jadul.

Menurutnya pesepeda belum bisa memanfaatkan Malioboro bebaas motor pagi atau siang hari, karena bekerja. Namun sore hingga malam hari baru bisa memanfaatkan. Sore hingga malam hari juga baru ada panggung-panggung seni di beberapa titik.

"Kalau biasanya hanya hari Minggu pagi, kita lewat Malioboro kumul di depan Malioboro Mal atau depan Vredeburg," ungkapnya.

Selain wisatawan, ada juga siswa-siswa SMAN 8 Kota Yogyakarta ikut bersih-bersih Malioboro. Mereka ikut membersihkan sekitar pedesterian dengan menyapu dan memunguti sampah.

Sejumlah titik di sepanjang jalan Malioboro dibuat panggung kesenian untuk berbagai macam kesenian, pemutaran film hingga diskusi dari pagi, sore hingga malam hari.

"Dulu terakhir ke sini nggak kayak gini. Mau jalan ke malioboro suasananya nggak gini karena rame banget sama motor sama mobil," Ujar Dina salah satu wisatawan dari Bandung.

"Menurut saya sih, ya lebih bagus sih, malah kalau sudah diterapkan setiap hari itu malah lebih bagus. Soalnya di sini kan udah rame gitu kan ditambah kendaraan malah tambah macet," Ujar Viko warga Kota Yogyakarta yang menyaksikan berbagai acara di Malioboro.
(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed