detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 21:59 WIB

584 Desa Pesisir Selatan Jawa Disurvei BNPB, Ada Apa?

Usman Hadi - detikNews
584 Desa Pesisir Selatan Jawa Disurvei BNPB, Ada Apa? Foto: Dok Humas UGM/detikcom
Yogyakarta - Sebanyak 584 desa di pesisir pantai selatan Jawa sedang dipetakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemetaan tersebut dalam rangka menilai tingkat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman risiko bencana tsunami.

"Semua desa yang rawan tsunami akan kita nilai ketangguhannya," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan usai menjadi pembicara 'seminar nasional pengurangan risiko bencana' di ruang Balai Senat UGM Yogyakarta, Selasa (23/7/2019).

Survei dan pemetaan yang dilakukan BNPB akan berlangsung selama 34 hari, mulai dari 12 Juli hingga 17 Agustus 2019. Dalam survei tersebut pihak BNPB melibatkan relawan dan pakar untuk memetakan desa di pesisir Banyuwangi hingga Anyer, Serang.

"Sekarang tim berada di Pacitan, besok sudah di daerah pesisir selatan DIY," ungkapnya.

Hasil pemetaan BNPB, lanjut Lilik, akan disampaikan ke pemerintah kabupaten atau kota setempat agar segera ditindaklanjuti. Sebab, pihaknya memperkirakan ada sekitar 600 ribu warga desa di selatan Jawa yang berpotensi terkena dampak bencana tsunami.

"Kita mengajak kampus nantinya bisa melakukan KKN tematik. Lalu memanfaatkan dana desa untuk penguatan (pengurangan risiko) bencana," tuturnya.

Saat ditanya wartawan apakah pemetaan ratusan desa di pesisir selatan Jawa tersebut untuk merespon prediksi salah satu pakar yang menyatakan adanya potensi tsunami di selatan Jawa setinggi 20 meter, Lilik dengan tegas membantahnya.

"Kegiatan ini bukan untuk merepon itu," tegasnya.

(ush/bgk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com