detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 18:31 WIB

Sekretaris PN Semarang Diperiksa Hakim Terkait Suap Bupati Jepara

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sekretaris PN Semarang Diperiksa Hakim Terkait Suap Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (Foto: Ari Saputra)
Semarang - Uang suap pada kasus Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang Lasito diduga berkaitan dengan pembiayaan untuk akreditasi PN Semarang. Sekretaris PN Semarang, Dedi Sulaksono, dihadirkan sebagai saksi persidangan.

Dedi pada sidang di Pengadilan Tipikor Semarang mengatakan pada tahun 2017 Lasito ditunjuk sebagai ketua tim percepatan renovasi PN Semarang oleh Ketua PN Semarang saat itu, Purwono Edi Santosa. Lasito juga ditunjuk menangani sidang praperadilan Marzuqi.

"Setahu saya, Pak Lasito ditunjuk secara lisan oleh Ketua PN saat itu sebagai ketua tim percepatan. Tujuannya agar bisa cepat diperiksa dan mendapat akreditasi PN," kata Dedi, Selasa (23/7/2019).


Saat itu PN Semarang terakreditasi B dan ingin naik ke A. Ia mengaku ada beberapa item belanja yang tidak masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) PN Semarang, namun dirinya tidak tahu teknis pembayaran dan pengerjaannya termasuksumber dananya.

"Ingat saya, Pak Ketua PN bilang nanti akan diurusi oleh Pak Lasito. Itu jadi tanggung jawab Pak Lasito," pungkasnya.

Dalam persidangan, seorang kontraktor bernama Rahadian Prananda juga jadi saksi. Ia menyebut beberapa item yang dia kerjakan yang tidak masuk DIPA PN Semarang adalah gapura besi, stiker, rambu-rambu, gazebo, dan banner.

"Seingat saya, total semua pengerjaan itu kira-kira Rp 22 juta hingga Rp 25 juta. Tapi saya tidak tahu persisnya," kata Prananda.

Sementara itu hakim Lasito lewat kuasa hukumnya mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam perkaranya. Ia berharap upaya itu bisa meringankan hukuman Lasito. Hakim ketua Aloysius Priharnoto Bayuaji mempersilakan pengajuan itu.

"Dalam fakta persidangan terungkap yang bertanggungjawab adalah ketua PN," kata kuasa hukum Lasito, Aris Setiono.

Untuk diketahui, Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri Lasito kini menjadi terdakwa. Jaksa menyebut uang suap yang diterima Lasito terdiri dari Rp 500 juta dan uang dalam bentuk dolar AS yang nilainya USD 16 ribu.

Suap tersebut dilakukan untuk membatalkan status tersangka Marzuqi terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan politik untuk PPP Kabupaten Jepara 2011 dan 2012 sebesar Rp 75 juta.


Simak Juga 'Ditahan KPK, Bupati Jepara Singgung Nabi Yusuf':

[Gambas:Video 20detik]


(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com