detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 17:32 WIB

Jadi Saksi Suap, Menantu Bupati Jepara Akui Antar Rp 500 Juta ke Agus Sutisna

A - detikNews
Jadi Saksi Suap, Menantu Bupati Jepara Akui Antar Rp 500 Juta ke Agus Sutisna (Dari kiri) Kontraktor Rahardian Prananda, Wakil Ketua Pengadilan Agama Jaktim Fauzan, Sekretaris PN Semarang Dedi Sulaksono, Menantu Marzuqi Haizul Ma'arif menjadi saksi kasus dugaan suap. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Menantu Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuqi yang bernama Haizul Ma'arif ikut diperiksa sebagai saksi dalam persidangan kasus suap mertuanya. Haizul mengaku diminta mertuanya mengantar uang Rp 500 juta kepada anggota DPRD Jepara, Agus Sutisna.

"Saya saat disuruh ke rumah Bapak (Marzuqi) untuk mengambil uang Rp 500 juta. Kemudian saya diperintahkan untuk menyerahkan uang tersebut kepada Agus Sutisna," kata Haizul di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (23/7/2019).

Uang tersebut diambil dari lemari Marzuqi dan kemudian diantarkannya kepada Agus. Haizul mengaku tidak tahu kegunaan uang itu dan ia hanya diminta mengantarkan uang. Usai memberikan uang itu, Haizul juga melapor setelahnya.


"Uang untuk apa saya tidak tahu dan tidak menanyakan. Hanya melaporkan kalau sudah saya berikan ke Pak Agus Sutisna. Saat menyerahkan, juga tidak bicara apa, Pak Agus langsung pergi," ujarnya di hadapan ketua majelis hakim, Aloysius Prihartono Bayu Aji.

Dalam sidang itu diperiksa juga Wakil Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur, Fauzan sebagai saksi. Ia mengakui memperkenalkan Marzuqi kepada ketua Pengadilan Negeri Semarang. Hal itu dilakukan sebagai santri di pengajian untuk membantu kiainya.

"Kami mendengar kasus Pak Marzuqi mau jadi tersangka lagi. Kemudian Pak Parzuki risau. Terus Pak Marzuqi ingin bersilaturahmi dengan ketua PN. Saya kemudian minta izin untuk mengantar ke PN Semarang," kata Fauzan.

Ia mengatakan tidak mengenal Ketua PN namun tetap mengantar Marzuqi dengan maksud silaturahmi. Saat bertemu denga ketua PN, Fauzan memperkenalkan diri dari Mahkamah Agung karena saat itu ia masih berkantor di MA.

"Saat ketemu dengan ketua PN Saya memperkenalkan diri dari MA. Di situ Pak Marzuqi cerita banyak," tandasnya.


Namun Fauzan mengaku tidak mengetahui terkait adanya praperadilan yang akan diajukan Marzuqi. Ia hanya tahu kasus yang membuat Marzuqi jadi tersangka akan dibuka lagi.

"Waktu ketemu saya, tidak bicara rencana praperadilan. Kemudian cerita kalau kasusnya dulu mau dibuka lagi, Pak Marzuqi terlihat risau. Setelah ketemu dengan Ketua PN tidak ada lagi komunikasi dan pertemuan dengan Pak Marzuqi," jelasnya.

Untuk diketahui, Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri Lasito kini menjadi terdakwa. Jaksa menyebut uang suap yang diterima Lasito terdiri dari Rp 500 juta dan uang dalam bentuk dolar AS yang nilainya USD 16 ribu.

Suap tersebut dilakukan untuk membatalkan status tersangka Marzuqi terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan politik untuk PPP Kabupaten Jepara 2011 dan 2012 sebesar Rp75 juta.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com