detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 12:13 WIB

Walkot Solo Pantau Pemangkasan Pohon Usai Tewasnya Balita Saat CFD

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Walkot Solo Pantau Pemangkasan Pohon Usai Tewasnya Balita Saat CFD Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo memantau langsung pemangkasan pohon di Jalan Slamet Riyadi. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memantau langsung pemangkasan pohon di Jalan Slamet Riyadi. Hal ini dilakukan setelah peristiwa seorang balita 1,5 tahun meninggal usai tertimpa pohon palem saat car free day (CFD).

Rudy terlihat datang ke lokasi awal, depan Korem 074/Warastratama sekitar pukul 09.55 WIB. Sejak sejam sebelumnya, petugas melakukan apel dan siap memangkas pohon di beberapa titik.

Wali kota mengatakan sengaja datang secara langsung agar kegiatan berlangsung lancar. Menurutnya, selama ini petugas kerap berhenti di tengah jalan karena didatangi aktivis lingkungan yang melarang penebangan pohon.

"Sekarang saya tunggui langsung, tidak perlu takut lagi," kata Rudy di sela-sela pemantauan pemangkasan pohon, Selasa (23/7/2019).

Dia pun tidak lagi mau menggubris penolakan pegiat lingkungan yang melarang pemkot menebang pohon tua. Dia berharap peristiwa yang menewaskan Kaivan Azzam Nur Ridho itu ialah yang terakhir kali.

"Sudah, saya tidak mau menggubris lagi. Silakan kalau mau membully saya. Adanya korban kemarin itu sudah cukup, tidak boleh ada lagi korban," katanya.


Dia memastikan pohon yang ditebang ialah pohon yang sudah tua ataupun mati. Pemkot pun mengganti satu pohon yang ditebang dengan 10 pohon baru.

"Saya itu tidak akan menggunduli Kota Solo. Semua sudah sesuai aturan," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, beberapa dinas ikut terlibat, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pemangkasan dan penebangan pohon akan dilanjutkan hingga ke Jalan Ir Juanda, Jalan Adi Sucipto dan Jalan Ir Sutami.


Selain itu, Rudy juga menunjukkan sebuah buku tabungan kepada wartawan. Buku tersebut merupakan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan Kaivan.

"Kami beri santunan berupa tabungan senilai Rp 50 juta. Semoga bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan," pungkasnya.
(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com