detikNews
Senin 22 Juli 2019, 20:22 WIB

Ayah Ceritakan Detik-detik Pohon Menimpa Kaivan Saat CFD Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Ayah Ceritakan Detik-detik Pohon Menimpa Kaivan Saat CFD Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Suasana haru terasa di rumah duka bocah usia 1,5 tahun korban tertimpa pohon di kawasan car free day Solo. Meski demikian, Rochmat Slamet, ayah korban, tetap terlihat tegar saat menemui para pelayat.

Ditemui di rumahnya, Tegalayu RT 03 RW 02, Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo, Rochmat mengaku telah mengikhlaskan kepergian anak bungsunya itu. "Kami sudah ikhlas," katanya, Senin (22/7/2019).

Dia mengaku tidak menyangka musibah itu menimpa keluarganya. Namun memang sepekan sebelumnya, dia merasakan firasat terkait anak keduanya itu.

"Minggu sebelumnya handphone saya hilang, foto-foto anak saya ikut hilang semua. Pagi itu (Minggu) saya foto-foto lagi, ternyata itu yang terakhir kali," katanya.

Rochmat bercerita, dia bersama istri, Retno, dan kedua anaknya memang rutin berjalan-jalan ke CFD setiap Minggu pagi. Mereka kerap berhenti duduk santai di lokasi kejadian, yakni di simpang empat Purwosari.
Ayah Ceritakan Detik-detik Pohon Menimpa Kaivan Saat CFD SoloFoto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

"Kebetulan di situ teman saya jualan makanan. Kami memang sering berhenti di situ," ungkapnya.

Saat itu, tiba-tiba angin berhembus kencang. Pohon palem tua tak berdaun yang berada di sekitar mereka pun jatuh secara perlahan.

"Saya dengar suara pohon mau jatuh, saya langsung bawa anak pertama saya. Ibunya gendong adiknya, tapi sempat kena. Ibunya kena di tangan, anak saya terserempet kepalanya. Lalu gendongan istri saya terlepas, anaknya jatuh," katanya.

Kaivan sempat kejang lalu tidak sadarkan diri. Kemudian Kaivan dilarikan ke RS Kasih Ibu yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Dokter menemukan trauma di kepala bagian depan kiri, bisa jadi karena terkena pohon atau karena jatuh. Itu yang menyebabkan gegar otak," kata dia.

Malam harinya, kondisi Kaivan sempat dikabarkan membaik. Namun pagi hari tadi, kondisinya tiba-tiba drop. Kaivan pun meninggal di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pukul 11.20 WIB.

Meski dalam kesedihan, Rochmat berusaha menenangkan istri dan anaknya. Keluarga sudah ikhlas menerima cobaan tersebut.

"Anak pertama saya yang berusia 4,5 tahun justru yang merasa kehilangan. Karena dekat sekali dengan adiknya, mau tidur berdua, mainan berdua," katanya.

Kepada pemerintah, dia tidak menuntut ganti rugi. Dia hanya berharap tidak ada korban lagi setelah kejadian ini.

"Saya ikhlas, tidak ada tuntutan ke pemerintah. Namun saya harap agar pemerintah lebih memerhatikan kondisi pohon tua di jalanan, agar tidak ada korban lagi," ujarnya

Kaivan meninggalkan kedua orang tuanya dan satu orang kakak, Rava Artana Nur Ridho. Jenazah dimakamkam di TPU Pracimalaya, Sukoharjo.



Simak Juga 'Aksi Heroik Pria Selamatkan Balita Jatuh dari Lantai Dua':

[Gambas:Video 20detik]


(bai/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com