detikNews
Senin 22 Juli 2019, 16:57 WIB

80% Calon Haji dari Rembang Masuk Kategori Lansia

Arif Syaefudin - detikNews
80% Calon Haji dari Rembang Masuk Kategori Lansia Pemberangkatan calon jemaah haji dari Rembang hari ini. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Rembang - Calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Rembang tahun ini didominasi oleh kalangan berusia lanjut. Jika dipresentasekan, ada lebih dari 80 persen jumlah jemaah lanjut usia (lansia) dari jumlah total keseluruhan jemaah asal Rembang yang berangkat pada 2019.

Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Athoillah Muslim menyebut atas kondisi tersebut pihak Kemenag Rembang telah secara aktif memberikan sosialisasi, dan mewanti-wanti agar para CJH dapat menjaga kesehatannya masing-masing selama beribadah.

"Kita itu 80 persen tua, kalau disejajarkan dengan kondisi stamina jelas masih banyak yang harus kita back up soal kondisi kesehatan. Kita sudah mewanti-wanti supaya dijaga kesehatannya, istirahatnya, makannya dan sebagainya harus dijaga betul," kata Athoillah kepada wartawan, Senin (22/7/19).


Di Rembang sendiri total terdapat 614 jemaah haji yang berangkat tahun ini. Terdiri dari 608 orang jemaah murni, dan enam orang petugas pendamping. Mereka tergabung dalam 3 kloter, yakni kloter 56, 57, dan 58.

Kloter 56 jumlahnya 355 orang, rinciannya dari Rembang 229 orang dan mendapat jemaah gabungan dari Kabupaten Blora 126 jemaah. Kemudian kloter 57 jumlah 355 orang semua dari Rembang dan kloter 58 jumlahnya 355 terdapat 30 orang dari Rembang bergabung dengan 325 jemaah dari Pati yang diberangkataan Selasa (23/7) dini hari.

Di sisi lain, ada seorang jemaah yang menunda keberangkatannya tahun ini karena harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Calon haji yang bernama Pasikan dan merupakan warga Desa Lodan, Kecamatan Sarang, Rembang harus dirawat karena terkena serangan stroke. Imbasnya, pemberangkatannya diundur menjadi tahun berikutnya dan bergantung dengan kondisi kesehatan Pasikan.


"Sakit satu, tidak bisa berangkat satu, sekarang opname kena stroke. Sepertinya kloter 57 dari Al-Anwar itu. Nah sebenanrya saya itu sudah mewanti-wanti agar kontrol jauh-jauh hari sehingga apabila ada terdeteksi penyakit bisa diterapi jauh-jauh hari. Namun ini mendadak, begitu kontrol, sudah kena. Dan tidak mendapatkan rekomendasi dari DKK, akhirnya menunda keberangkatan," katanya.

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebut kondisi tersebut disiasati dengan menyiapkan tenaga medis yang lebih jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia pun berharap jemaah haji asal Rembang dapat pulang dengan sehat.

"Saya kira sudah kami antisipasi dengan penempatan tenaga medis per plot. Dokter kloter ada, dokter dari kabupaten ada, perawat juga ada. Saya kira ini sudah sesuai dengan yang diharapkan banyak pihak," akunya.
(sip/sip)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com