detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 09:01 WIB

Brama, Alat Peraga Braille Matematika Karya Mahasiswa UMK

Akrom Hazami - detikNews
Brama, Alat Peraga Braille Matematika Karya Mahasiswa UMK Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) Jawa Tengah membuat alat peraga belajar angka untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) braille. Alat peraga ini dinamakan Braille Mathematics (Brama).

Mereka adalah Arinda Pratiwi Sukma, Indah Yuni Puspita Sari, Fitri Rachmawati, dan Zulfa Nurul Ummah. Mereka dibimbing seorang dosennya, Richma Hidayati.

Alat bernama Brama ini juga telah mendapatkan penghargaan berupa medali perunggu dalam sebuah even internasional di Bali, Juni 2019 dengan peserta 35 negara.

Arinda Pratiwi Sukma, menjelaskan, tujuan membuat media Brama ini karena media belajar sejenis braille angka sampai sekarang masih kurang untuk anak berkebutuhan khusus.
Brama, Alat Peraga Braille Matematika Karya Mahasiswa UMKFoto: Akrom Hazami/detikcom

"Media belajar braille angka ini sangat kurang, jadi kita memiliki ide bagaimana bisa membuat sebuah media edukasi pembelajaran dibantu dosen bu Rima untuk buat inovasi. Kita buat braile matematika," kata Arinda mewakili tim ditemui tengah mempraktikkan Brama di SD-SMP Luar Biasa Kudus di Purwosari, Kudus, Jumat (19/7/2019).

Menurut dia, saat ini malah lebih banyak braille huruf abjad ketimbang braille angka. Karenanya tim membuat alat peraga tersebut. Alat Brama ini dirancang dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa.

Pertama, adalah wadah kayu yang dibentuk menjadi tempat potongan kayu ukuran dadu. Kedua, adalah potongan kayu ukuran dadu yang memiliki dua sisi, yakni satu sisi untuk penempatan angka serta sisi lain untuk tekstur timbul berupa titik-titik.

Kayu itu diwarnai dengan warna cokelat. Sedangkan untuk dua sisi tadi diberi warna yang beragam. Hal itu untuk memudahkan dan membuat menarik si pembelajar ketimbang reglet yang merupakan alat untuk membuat titik-titik timbul yang membentuk suatu pola yang mengacu pada huruf braille.

"Jadi kami buat dua sisi. Selain buat pembelajaran anak tuna netra juga anak PAUD. Kelebihannya dibanding dengan alat serupa lainnya seperti reglet. Kalau dari kayu itu lebih timbul, anak berkebtuhan khusus lebih paham dalam memahami sebuah angka," kata dia.

"Kami juga buat warna warni. Karena tidak semua anak tuna netra kadang ada yang tidak 100%, mereka tidak bisa melihat. Ada yang masih bisa melihat cahaya. Jadi lebih menarik kalau ada warna," tambah dia.

Dia melihat respons anak tunanetra yang terlihat sangat senang. Walaupun masih ada yang belum tahu sama sekali angka atau warna, kata dia, tapi tadi setelah diajari paham dan juga senang. Sebab mereka bisa meraba mengenal angka dan lebih mudah memahami daripada mengggunakan reglet.

Bahkan kayu yang menjadi bahannya, adalah limbah mebel dari Jepara. "Kebetulan teman kami ada yang rumahnya Jepara. Kami lihat banyak sekali hasil kayu yang tidak terpakai. Paling mentok buat kayu bakar. Atau pembakaran batubata. Kami manfaatkan sebagai media pembelajaran itu," tambah Arinda.

Dosen pembimbing Richma menjelaskan, alat Brama telah diikutkan di lomba internasional di Bali. Yang diikuti 150 peserta dari 35 negara di tiga benua. Dengan 20 juri untuk kategori matematika.
Brama, Alat Peraga Braille Matematika Karya Mahasiswa UMKFoto: Akrom Hazami/detikcom

"Jurinya dari Jerman, Turki, Indonesia, Malaysia, Singapura, Afrika, dan Vietnam," kata dia.

Sesuai dewan juri, lanjut dia, alat ini sudah sesuai untuk standarisasi pembelajaran para tunanetra. Karena pihaknya menggunakan titik timbul yang jelas. Namun tetap halus biar tidak melukai tangan.

Alat yang ada sebelumnya braille huruf abjad, sedangkan braille angka sepengetahuannya belum ada.

"Kalau huruf braille ada. Angka belum ada. Karena memang belum ada. Hak patennya juga sudah keluar, insya allah akan disebarluaskan di produksi secara luas," tambah dia.

Sania Alfi Novita, seorang siswa SDLB menceritakan sedikit pengalamannya menggunakan alat Brama. "Saya lebih mudah memahami angka. Ini lebih timbul. Mudah belajarnya," kata penyandang tunanetra ini.



Tonton juga video Ortu Calon Mahasiswa UIN Pekanbaru Nangis Gegara Biaya Kuliah:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com