detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 17:49 WIB

Serma Paijan, Babinsa di Demak yang Piawai Mendalang Wayang

Wikha Setiawan - detikNews
Serma Paijan, Babinsa di Demak yang Piawai Mendalang Wayang Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Demak - Seorang anggota TNI di Kebupaten Demak, Serma Paijan (45) yang punya keahlian mendalang wayang. Keahlian mendalang itu digunakan sebagai sarana pengabdiannya sebagai anggota TNI yang bertugas jadi Babinsa selama 7 tahun terakhir ini.

Suara tawa anak-anak pecah saat menyaksikan tingkah kocak Serma Paijan, seorang Babinsa Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, Demak mendalang. Ia sangat luwes memainkan wayang punokawan seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

Di bawah pohon di halaman SDN 1 Kalikondang, Paijan duduk lesehan di hadapan para anak-anak berkisah tentang TNI yang mengabdi untuk masyarakat.
Serma Paijan, Babinsa di Demak yang Piawai Mendalang WayangFoto: Wikha Setiawan/detikcom

Menariknya, ia membawakan cerita dengan kocak dan banyolan-banyolan khas punokawan. Selain itu, ia sisipkan pesan moral dan pentingnya pendidikan anak. Selain anak-anak, banyak orang dewasa di desa itu yang ikut menonton aksinya.

Ini bukan pertama kalinya mendalang. Hampir tiap hari wayang punokawannya yang terbuat dari kertas itu dibawa di tas ransel untuk dipentaskan saat berkeliling desa. Saat mendalang ia juga masih mengenak pakaian seragam doreng. Namun mengenakan ikat kepala batik.

Warga Pulosari RT 2 RW 2 Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak itupun dikenal dengan Tentara Dalang.

"Ini sudah beberapa bulan saya membawa wayang. Kalau ada anak-anak saat bertugas di lapangan, saya mainkan," ujarnya kepada detikcom, Jumat (19/7/2019)

Paijan sendiri belajar mendalang secara otodidak. Sejak kecil ia menyukai kesenian wayang kulit. Banyak tokoh dan karakter wayang yang ia pahami.

"Kalau belajar mendalang tidak pernah. Tapi suka sejak kecil, jadi hapal tokoh dan karakternya terutama punokawan dan pandawa," tuturnya.
Serma Paijan, Babinsa di Demak yang Piawai Mendalang WayangFoto: Wikha Setiawan/detikcom

Tokoh yang paling digemari anak-anak, terangnya, adalah Bagong. Gaya bicaranya yang khas dan tingkah jenakanya mudah untuk menyampaikan pesan lewat banyolan-banyolan itu.

"Paling suka Bagong. Kocak. Kalau dimainkan banyak yang tertawa," imbuhnya.

Muncul ide mendalang bagi anak-anak, Paijan mengaku hanya berupaya memberi ruang pembelajaran alternatif terutama pada masyarakat.

"Saya prihatin dengan anak-anak yang menghabiskan waktunya bermain hape. Nanti lupa belajar," tuturnya.

Selain itu, kesenian wayang kulit merupakan identitas budaya warisan Sunan Kalijaga.

"Wayang kulit punya nilai sejarah. Sunan Kalijaga dulu menyebarkan agama Islam pakai media wayang," ungkapnya.

Raihan, seorang anak Desa Kalikondang mengaku senang menyaksikan tentara mendalang.

"Pak tentaranya lucu. Main wayang lucu. Tadi ada Semar dan Bagong," tandas dia.
(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com