detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 12:52 WIB

Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli

Arbi Anugrah - detikNews
Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli Penutupan jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Foto: Dok KPH Banyumas Timur
Purbalingga - Pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, kembali ditutup sementara. Penutupan mulai 22 Juli 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Mulai 22 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan, itu tergantung situasi dan kondisi, karena memang arah kita mau menata ulang," kata Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Didiet Widhi Hidayat saat dihubungi wartawan, Jumat (19/7/2019).

Menurut dia, penutupan jalur pendakian Gunung Slamet melalui Bambangan ini dilakukan untuk pemulihan ekosistem, konservasi, pembersihan sampah sepanjang jalur pendakian dan pemasangan rambu-rambu jalur pendakian. Selain itu, langkah ini juga sebagai antisipasi kebakaran hutan disaat musim kemarau.

"Pendakian melalui Bambangan memang kondisi pengelolaannya menurut kami kurang maksimal. Seperti penataan jalur, penataan rambu rambu pendakian, kemudian sampah, kemudian warung warung itu kan perlu waktu untuk penataan, jadi kita belum bisa kasih ancar ancar sampai kapannya," jelasnya

Saat ini, pengelolaan jalur pendakian Gunung Slamet sudah diserahkan kepada Perum Perhutani KPH Banyumas Timur. Sedangkan sebelumnya pengelolaan pendakian dipegang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga.


"Sesuai hasil kesepakatan kami tanggal 13 Juni itu kan ada permintaan dari kita dan LMDH untuk menata ulang pengelolaan pendakian via Bambangan. Karena kita menganggap pengelolaan dibawah Pemkab itu kurang maksimal dari sisi administrasi kemudian lingkungan termasuk pengamanan terhadap pendaki," ucapnya.

Meskipun pada awalnya ada usulan agar pengelolaan dilakukan multi pihak antara LMDH, Perum Perhutani KPH Banyumas Timur dan Pemkab Purbalingga. Namun kemudian, Pemkab Purbalingga menyerahkan pengelolaan pendakian kepada LMDH dan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur.

"Setelah itu kita di tugasi untuk menyusun rencana rencana kedepannya mau seperti apa. Langkah awalnya kita ya kita tutup dulu, mau kita tata ulang. Masih proses dalam Minggu ini pembuatan dan pemasangan (rambu-rambu)," ujarnya.


Dia menjelaskan jika dengan penutupan jalur pendakian ini dapat mengurangi risiko kebakaran hutan di saat musim kemarau.

"Karena pendaki biasanya bikin api unggun, dengan kita tutup ini kan secara otomatis mengurangi risiko kebakaran hutan. Kita akan segera pasang imbauan-imbauan dan ramburambu penutupan ini," tuturnya.

Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Slamet melalui Bambang, Kabupaten Purbalingga ini pernah ditutup pada tanggal 10 Januari 2019 hingga tanggal 2 Maret 2019 lalu. Penutupan tersebut juga untuk pemulihan ekosistem.

Simak Video "Semarak Festival Gunung Slamet di Purbalingga "
[Gambas:Video 20detik]

(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com