detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 11:54 WIB

Nekat Jadi Kurir Sabu Gegara Tergiur Janji Investasi

Arbi Anugrah - detikNews
Nekat Jadi Kurir Sabu Gegara Tergiur Janji Investasi Kurir sabu dibekuk di Cilacap. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Seorang warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, MDK (38) dibekuk BNN Kabupaten Cilacap karena membawa sabu. MDK mengaku menjadi kurir sabu karena dijanjikan investasi oleh seseorang.

"Awalnya saya diundang seseorang atas nama Rendi. Kebetulan saya kerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Selama dua bulan berkomunikasi dengan dia meyakinkan saya jika dia merupakan seorang investor yang akan mendanai proyek," kata MDK kepada wartawan di halaman BNN Cilacap, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan pengakuannya, MDK berkenalan dengan Rendi melalui media sosial Facebook dan dilanjutkan melalui WhatsApp. Rendi mengaku siap menginvestasikan dananya untuk kebutuhan proyek yang sedang dilakukan MDK.

Sebagai syarat, Rendi memintanya mengambil sesuatu di temannya yang berada di Jakarta.

"Kebetulan saya ke sini karena beliau minta saya bawa sabu. Timbal baliknya nanti dapat suntikan dana Rp 100 juta," ucapnya.

"Awalnya dia minta ikan hias arwana dua ekor Super Red, karena susah dan dari awal dia minta sabu tapi saya takut. Saya cari arwana selama dua bulan susah. Akhirnya dia bilang kalau memang tidak mau jangan hubungi saya lagi," imbuh MDK.

Hingga akhirnya, MDK nekat datang ke Cilacap dan membawa narkoba sesuai permintaan Rendi.

"Jadi saya ke sini karena beliau akan memberikan uang operasional Rp 100 juta. Karena perjanjian setelah sepakat dia akan masuk ke jajaran direksi di perusahaan Jakarta sebagai komisaris karena dia punya uang," jelasnya.

Dia menjelaskan jika sebelum datang ke Cilacap dengan membawa narkoba, MDK diarahkan untuk menemui seseorang di Stasiun Tebet dan mengambil sabu pesannya. Bahkan Rendi juga meminta agar MDK membayar pembelian narkoba tersebut seharga Rp 1 Juta.


"Beliau meminta saya mengambil barang di temannya di Tebet, saya ambil dan bayar pakai uang saya dan nanti Cilacap diganti dengan uang operasional Rp 100 juta itu," ujarnya.

Kepala BNNK Cilacap AKBP Drs Triatmo Hamardiyono menambahkan, penangkapan MDK berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai seseorang yang bolak balik di dalam terminal Cilacap. Setelah digeledah, didapati narkoba jenis sabu di dalam bungkus rokok.

"Tim Brantas BNNK Cilacap menangkap orang diduga kurir yang membawa barang berupa sabu seberat 1,89 gram yang disimpan dalam bungkus rokok. Yang bersangkutan ini dari Jakarta dan ditangkap di Terminal Cilacap ketika dia turun dari bis," jelasnya.


Dia mengatakan jika pihaknya sampai saat ini masih menelusuri siapa orang yang memesan sabu di Cilacap

"Jadi sabu ini sebagai barang bawaan saja. Yang dituju ini sebenarnya sistem terputus jadi kita masih telusuri siapa yang di Cilacap ini," ujarnya.

Simak Video "Alasan Narkoba Jenis Sabu Jadi 'Favorit' di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com