detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 08:22 WIB

Round-Up

Akal Bulus Investor Bodong Alfarizi Raup Rp 17 M dari Bahan Jamu

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Akal Bulus Investor Bodong Alfarizi Raup Rp 17 M dari Bahan Jamu Alfarizi, sang investor bodong. Foto: Bayu Ardi Isnanto)
Klaten - Akal bulus Alfarizi menipu ribuan warga Jateng-DIY melalui perusahaan pengeringan bahan jamu, PT Krishna Alam Sejahtera (KAS), terungkap. Tipuannya disebut-sebut merugikan masyarakat hingga Rp 17 miliar.

Hal itu membuat ratusan mitra PT KAS mendatangi Mapolres Klaten, Kamis (18/7/2019). Mereka mengadukan nasibnya yang merugi jutaan hingga miliaran rupiah.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, yang menemui para korban menyampaikan seharusnya sejak awal masyarakat berhati-hati dengan segala macam bentuk investasi. Masyarakat dapat menanyakannya kepada kepolisian.


"Harusnya saat anda mau bermitra ingat bahwa ada polisi, tentara, apakah perusahaan ini sehat enggak? Tapi karena sudah kejadian, ya sudah. Saat ini alhamdulillah pelaku sudah kami tangkap," kata Kapolres kepada para korban.

Mengenai pengembalian uang investasi para korban, polisi mengaku tidak berwenang. Namun hal tersebut dapat diusahakan melalui jalur hukum lain.

"Prinsipnya kami tidak punya kewajiban dan hak terhadap seluruh aset yang kami sita. Silakan mengadukan gugatan perdata sehingga aset yang dimiliki direktur, tersangka Alfarizi bisa diperjuangkan untuk dikembalikan kepada mitra," tutupnya.


Usai menemui para korban, Kapolres lanjut mengungkap temuannya dalam kasus investasi bodong ini. Modus operandi Alfarizi terbongkar.

Untuk bergabung menjadi mitra, warga harus membayarkan uang pendaftaran sesuai paket yang dipilih. Ada tiga paket, yakni senilai Rp 8 juta, Rp 16 juta dan Rp 24 juta. Namun selanjutnya mitra bisa terus menambah jumlah investasinya.

Setelah mendaftar, mitra mendapatkan peralatan untuk bekerja, seperti oven hingga bahan-bahan jamu. Mitra hanya bertugas mengeringkan bahan jamu yang basah.


Menurut Kapolres, pengeringan bahan jamu hanyalah akal-akalan Alfarizi. Usaha tersebut dilakukan untuk mengelabui mitra.

"Itu bahan jamu yang diserahkan ke mitra kan basah, lalu tugas mitra mengeringkan lalu disetor. Nanti bahan itu dibasahi lagi lalu dikasih ke mitra lainnya agar dikeringkan mitra lainnya. Jadi cuma muter saja," katanya.
Akal Bulus Investor Bodong Alfarizi Raup Rp 17 M dari Bahan JamuPara korban mendatangi Mapolres Klaten (Foto: Bayu Ardi Isnanto)

Sekali setor dalam seminggu, mitra bisa memperoleh gaji sesuai paket yang dia ikuti. Namun ternyata gaji tersebut hanya diambilkan dari uang pendaftaran mitra baru.


Mitra yang ikut paket pertama dengan biaya Rp 8 juta mendapatkan Rp 1 juta, kemudian paket Rp 16 juta mendapatkan Rp 2 juta dan paket Rp 24 juta mendapatkan Rp 3 juta.

"Jadi uangnya hanya diputar-putar saja. Yang pertama nyetor lancar, yang belakangan pusing tak dapat," ujarnya.

Menurut Kapolres, Alfarizi merupakan residivis kasus yang sama di Yogyakarta pada tahun 2009. Saat 2013, dia kembali memulai usaha yang sama.

"Tahun 2013 dia membuka kantor PT Sekar Jagad di Purbalingga. Lalu tahun 2019 ini membuka PT Krishna Alam Sejahtera di Klaten," kata dia.


Sementara Alfarizi masih berkilah atas perbuatannya. Dia mengaku tidak bermaksud menipu, namun dia masih perlu waktu mengurus izin edar produknya.

"Bukan penipuan, ini sudah lewat notaris, masih mengurus izin edar. Mitra yang sudah mengerjakan kita gaji, sementara kita bayar gaji pakai uang pendaftaran mitra sambil menunggu izin edar keluar," kata Alfarizi.

Menurutnya, produk bahan jamu yang akan dia edarkan cukup untuk menutup gaji para mitra. Sehingga dia berani memakai uang pendaftaran mitra baru terlebih dahulu.

"Kalau jadi obat, dibikin kapsul, katakan 25 kg dikerjakan sampai jadi bisa laku Rp 25-30 juta. Jadi produk yang dilabel bisa dititipkan toko obat atau apotek," katanya.



Simak Video "Kejari Sukabumi Bakar Uang Doraemon Senilai '2 miliar'"
[Gambas:Video 20detik]

(bai/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com