ADVERTISEMENT
detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 01:17 WIB

MenpanRB Beri Penghargaan pada 99 Inovasi Pelayanan Publik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
MenpanRB Beri Penghargaan pada 99 Inovasi Pelayanan Publik Foto: Ari Saputra
Semarang - Sebanyak 99 inovasi pelayanan publik diganjar penghargaan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Panrb). Menariknya, mayoritas inovasi tersebut memiliki nama yang lucu-lucu.

Menpan RB, Syafruddin dalam sambutannya mengatakan sejak tahun 2014, proposal yang diajukan terus meningkat bahkan tahun ini ada 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik). Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 2.824 proposal inovasi.

"Total sampai sekarang jumlahnya 13.214 inovasi publik," kata Syafruddin di lokasi penyerahan penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 di Gumaya Hotel Semarang, Kamis (18/7/2019).

Inovasi dari Jawa Tengah menjadi yang terbanyak lolos yaitu 22 inovasi sehingga pilih menjadi tuan rumah, Syafruddin berharap setelah ini Jawa Barat bisa menyusul Jateng.

"Jawa Tengah terbanyak sehingga dipilih menjadi tuan rumah. Tahun depan di Surabaya, mudah-mudahan tahun depan bisa geser ke Bandung," jelasnya.

Penghargaan dibagi dalam 6 kategori yaitu Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kota, Kabupaten, dan Badan Usaha Milik Negara.

"Ini untuk memudahkan masyarakat memperoleh hak dengan terobosan inovasi," pungkas Syafruddin.

Yang menarik dan membuat tertawa tamu yang datang yaitu ketika nama inovasi disebut karena mayoritas menggunakan singkatan yang lucu.

Contohnya di kategori Provinsi dari DKI Jakarta ada inovasi Telor Dadar 112 yang artinya Telepon Orang dalam Kedaruratan 112. Kemudian di Jawa Tengah ada inovasi Payjem Pas Ngamuk yang artinya (pelayanan penjemputan pasien ngamuk) yaitu untuk penanganan cepat penderita kejiwaan.

Seolah tak ingin kalah dalam memberi nama di kategori kementerian juga ada inovasi bernama unik yaitu Pinter Melatih Anak Kobra dari Kementrian Sosial. Inovasi tersebut memiliki kepanjangan Pendidikan Karakter Melalui Terapi Psikososial Bagi Anak Korban Radikalisme.

"Penilaiannya ada tim independen, tim evaluasi, lengkap sekali. Ini tidak main-main, sangat kompetitif," tegasnya.

Sementara itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan nama-nama unik itu dimaksudkan agar mudah dikenal masyarakat. Tujuan utamanya yaitu memberikan inovasi pelayanan cepat dan praktis bagi masyarakat.

"Itu nama, memudahkan, yang penting aplikasinya," kata Ganjar.

Ia mengatakan cukup terkejut denga hasil 22 inovasi bisa lolos dari Jawa Tengah. Inovasi itu diperoleh dari Pemerintah Provinsi Jateng dan juga 11 daerah di Jawa Tengah.

"Mereka (penilai) punya indikator. Saya saja kaget ada 22," ujar Ganjar.


Simak Video "MenPAN RB Pantau Kehadiran ASN usai Libur Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]

(alg/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed