detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 18:18 WIB

Usut Investasi Bodong, Polda DIY Koordinasi dengan Polres Klaten

Ristu Hanafi - detikNews
Usut Investasi Bodong, Polda DIY Koordinasi dengan Polres Klaten Kombes (Pol) Hadi Utomo (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - Polda DIY berkoordinasi dengan Polres Klaten dalam penanganan kasus investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera (KAS). Di DIY, terdapat sekitar 350 orang yang menjadi korban investasi bodong berkedok perusahaan jamu yang berada di Kabupaten Klaten itu.

"Karena locus-nya di sana (Klaten), perizinannya di sini hanya tempat menampung untuk orang yang menjadi agennya, tetapi operasional tetap di Klaten. Makanya supaya lebih pas akan dilimpahkan ke Klaten," kata Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo, di Mapolda DIY, Kamis (18/7/2019).


Jajaran Polda DIY menerima laporan dari sekitar 350 orang yang berinvestasi di PT KAS. Nilai investasi total sekitar Rp 9 miliar pada perusahaan yang bergerak di bidang pengeringan bahan jamu herbal tersebut.

"Korban ada sekitar 350 orang, melapor ke Polda, Polres GunungKidul dan beberapa Polsek. Total nilai investasi di sini sekitar Rp 9 miliar," jelasnya.

Polres Klaten sendiri telah menangkap bos PT KAS, Alfarizi pada Selasa (16/7). Total jumlah korban dari aksinya sekitar 1.800 orang dengan nilai investasi mencapai Rp 17 miliar.


"Kemarin kami koordinasi dengan Polda Jateng dan Polres Klaten. Agar aset para korban bisa dikejar dan dikembalikan, ada kemungkinan penerapan pasal tindak pidana pencucian uang," terang Hadi.

"Biasanya investasi bodong menempatkan uang hasil kejahatan di rekening tertentu, disamarkan," imbuhnya.

Simak Video "Tergiur Untung Besar, Banyak Warga Babel Tertipu Bitcoin"
[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com