detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 19:29 WIB

Biar Tak Punah, Anak Penyu Dilepasliarkan di Pantai Samas

Pradito Rida Pertana - detikNews
Biar Tak Punah, Anak Penyu Dilepasliarkan di Pantai Samas Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta melepasliarkan ratusan anak penyu atau tukik. Hal itu untuk menambah populasi penyu yang saat ini terancam punah. Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

"Hari ini kita melepasliarkan 200 ekor tukik, pelepasliaran ini untuk menambah populasi penyu di Indonesia," ujar Kepala BKIPM Yogyakarta, Hafit Rahman saat ditemui di Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Rabu (17/7/2019).

Mengingat banyaknya jumlah tukik yang dilepasliarkan, BKIPM turut mengajak puluhan pelajar dan pegiat konservasi penyu untuk ikut serta dalam pelepasliaran tersebut. Menurutnya, hal itu agar para pelajar mengetahui bahwa penyu adalah hewan yang perlu dilestarikan keberadaannya.
Biar Tak Punah, Anak Penyu Dilepasliarkan di Pantai Samas Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Para pelajar sengaja dilibatkan agar mengerti pentingnya konservasi penyu yang terus berupaya agar jumlah penyu terus bertambah dan tidak punah," ucap Hafit.

Pantauan detikcom, pelepasliaran tukik dilakukan sore menjelang malam hari dengan cara memindahkan tukik satu persatu dari tempat konservasi ke sebuah wadah plastik. Selanjutnya, baik peserta dan pengunjung diberi satu wadah plastik berisi satu tukik.

Setelah semua peserta mendapat wadah plastik berisi tukik, mereka lalu menuju ke pinggir Pantai untuk melepasliarkan ratusan tukik secara bersamaan. Tak perlu waktu lama, usai dilepasliarkan, ratusan tukik itu bergerak menyusuri pasir pantai menuju laut lepas.

Pengiat konservasi penyu di Pantai Samas, Rujito mengatakan, pelepasliaran tukik memang sengaja dilakukan jam 17.30 WIB atau sore menjelang malam hari. Hal itu untuk mencegah predator memangsa tukik.

"Tukik yang dilepasliarkan ini baru ditetaskan tanggal 10 (Juli) kemarin, jadi usianya baru 7 hari. Dan memang kalau usia segitu harus segera dilepas ke habitatnya," ujar Rujito.

Pria yang kerap disapa Mbah Dhuwur karena postur tubuhnya yang tinggi ini melanjutkan pelepasliaran ini akan terus berlanjut. Mengingat masih ada ratusan telur penyu yang segera menetas.
Biar Tak Punah, Anak Penyu Dilepasliarkan di Pantai Samas Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Besok tnggal 19 (Juli) ada 309 telur penyu yang menetas dan kalau sudah siap akan dilepasliarkan lagi," ucapnya.

Salah satu pelajar yang ikut melepasliarkan tukik, Nurika Widyasari (16) mengatakan ia sangat senang bisa ikut melepasliarkan tukik. Menurutnya, dengan pelepasliaran ini dapat menambah keberadaan penyu di laut.

"Ini baru pertama kali saya ikut melepas tukik dan perasannya ya senang mas. Semoga tukik yang saya lepasliarkan tadi bisa tumbuh besar," kata Nurika.

Simak Video "Dulu Memburu, Kini Jadi Pelestari Penyu"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com