detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 15:14 WIB

Divonis Bersalah Politik Uang, Caleg PKS Terpilih Dicoret KPU Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Divonis Bersalah Politik Uang, Caleg PKS Terpilih Dicoret KPU Purworejo Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Seorang calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran pemilu berupa politik uang. Upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) juga telah ditempuh namun menemui jalan buntu sehingga KPU akan mencoretnya dari daftar caleg.

Ghofururochim (45) alias Awi yang merupakan caleg petahana PKS dari Dapil Purworejo VI telah divonis bersalah pada pertengahan Juni lalu oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo dengan surat putusan Nomor 62/Pid.Sus/2019/PN Pwr. Yang bersangkutan divonis dengan hukuman pidana 2 bulan penjara denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut yang bersangkutan dengan hukuman 3 bulan penjara dan denda sebesar Rp 5 juta subsider 3 bulan penjara.

Atas putusan itu, caleg yang sebelumnya dilaporkan oleh Bawaslu ke Polres Purworejo setelah tertangkap tangan melakukan politik uang di rumahnya, Desa Winonglor, Kecamatan Gebang pada 15 April 2019 lalu itu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Semarang. Namun, upaya itu gagal karena Pengadilan Tinggi justru menguatkan putusan yang sebelumnya dikeluarkan oleh PN Purworejo dan tetap menyatakan bahwa yang bersangkutan bersalah dengan surat putusan Nomor 197/Pid/2019/PT SMG.

Terbukti Bersalah, KPU Purworejo Coret Caleg PKS TerpilihFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sesuai pasal 285 UU Pemilu tahun 2017 bahwa dengan adanya putusan Pengadilan Tinggi yang memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah bagi caleg yang terbukti melakukan tindakan pelanggaran pemilu, disebutkan KPU dapat melakukan tindakan pembatalan calon terpilih.

"Awi (Ghofururochim) sudah memenuhi itu (bersalah), sudah diputus Pengadilan Tinggi jadi nanti saat penetapan tidak ditetapkan sebagai calon terpilih," kata Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Purworejo, Purnomosidi ketika ditemui detikcom di kantornya, Rabu (17/7/2019).

Namun demikian, Purnomo menambahkan rapat pleno penetapan hingga saat ini belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu salinan Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). KPU belum bisa mengusulkan, menetapkan dan mencoret nama calon terpilih baik anggota DPRD kabupaten, provinsi maupun DPR RI.

"Sampai sekarang kami juga belum bisa mencoret yang bersangkutan termasuk menetapkan caleg terpilih lain karena masih menunggu BRPK dari MK. Setelah terbit baru nanti kami bisa melaksanakan rapat pleno," lanjutnya.

Sementara itu, menyikapi kasus yang menjerat kadernya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Purworejo, Reko Budianto mengatakan meskipun bersalah Ghofururochim masih merupakan kader PKS dan tidak diberhentikan dari keanggotaannya. Sebelum tersangkut masalah hukum, pihaknya juga telah mengimbau agar seluruh kadernya tidak melakukan pelanggaran pemilu.

"Yang bersangkutan memang melanggar aturan tentang pemilu namun tidak ada pelanggaran AD/ART partai, jadi yang bersangkutan tetap masih menjadi kader PKS, tidak diberhentikan atau dikeluarkan," ucapnya.


Simak Video "Misterius! Teror Cabul 'Ninja Bercadar' Resahkan Warga Purworejo"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com