detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 14:25 WIB

Pedagang Keluhkan Pembagian Kios Pasar Mranggen Demak Usai Renovasi

Wikha Setiawan - detikNews
Pedagang Keluhkan Pembagian Kios Pasar Mranggen Demak Usai Renovasi Pendaftaran pembagian kios Pasar Mranggen (Foto: Wikha Setiawan/detikcom)
Demak - Para pedagang Pasar Mranggen di Demak, Jateng, mengaku kecewa dengan pembagian kios dan penataan pasar yang baru setelah dilakukan renovasi. Mereka akan mengajukan keberatan kepada dinas terkait.

Pasar Mranggen direnovasi total dimulai sejak 2014 lalu, hingga kini belum selesai 100 persen. Selama ini, para pedagang menempati pasar darurat yang berjarak sekitar 400 meter dari pasar semula.

Ratusan pedagang berdatangan untuk antre mendapatkan pembagian kios. Pembagian kios dan lapak berlangsung dari kemarin sampai 22 Juli mendatang. Namun, pembangunan pasar masih belum tuntas 100 persen.


Bambang Haryanto, seorang pedagang, mengatakan bahwa lapak dagang terbagi antara toko, kios dan lapak los. Ada sekitar 1800 pedagang, 1100 di antaranya berizin resmi.

"Ada komplain dari pedagang (toko) yang ada di depan. Ada satu nama pemilik yang punya dua kios lebih awalnya lokasinya berjejer, tapi di pembagian kali ini kiosnya terpisah," ujarnya, Rabu (17/7/2019)

Menurutnya, selama proses penataan dinas terkait tidak melibatkan pedagang atau perwakilan pedagang. "Kalau seperti ini justru merugikan pedagang. Selama proses penataan pedagang tidak dilibatkan," paparnya.

Mustofiyah, pedagang lain, juga menyesalkan pembagian kios dagang. Dirinya yang punya dua kios semula berjejer di blok 35 dan 34. Namun, di pasar baru dia akan menempati blok Ii nomor 56 dan 53, yang berlokasi berhadapan.

"Loh, ini malah dua kiosnya terpisah, saling berhadapan. Ini menyusahkan pedagang karena yang jaga satu orang," keluhnya.


Lain lagi nasib M Kurdi, luas tokonya tidak sesuai dalam daftarnya. Di dalam surat tokonya yang lama seluas 3,6x5 meter. Namun, untuk bangunan toko yang baru hanya 1,5x3,5 meter.

"Bahkan ukurannya itu tidak sama dengan toko yang ada di sebelahnya. Toko saya ini berkurang 2 meteran diambil toko yang belakang. Artinya tembok pembatas bergeser menjorok memgurangi luas toko saya. Ini kan aneh," ungkapnya.

Sementara itu, petugas dari Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Demak yang hadir di lokasi enggan memberikan komentar.

Diketahui, pasar tersebut dibangun dengan dana Rp 73,5 miliar tanpa ada investor. Pemprov juga menggelontorkan Rp 6 miliar

Untuk diketahui, Pasar Mranggen sudah ada sejak tahun 1930 dan semakin berkembang. Penambahan kios terakhir dilakukan tahun 1990 lalu. Pada rancangan awal, renovasi nantinya mampu menampung sekitar 2.000 pedagang dan akan menjadi pasar tipe A, dengan luas 12.716 meter persegi.

Simak Video "Keren! Ada Pasar Digital Berkonsep Alam di Purworejo"
[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com