ADVERTISEMENT
detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 07:27 WIB

Round-Up

Sialnya 'Soul of Luck' Tabrak Crane Raksasa di Pelabuhan Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sialnya Soul of Luck Tabrak Crane Raksasa di Pelabuhan Semarang Crane roboh di Pelabuhan Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Kapal kontainer 'MV Soul of Luck' mengalami insiden di Dermaga Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tak seberuntung namanya, kapal berbendera Panama itu menabrak salah satu container crane (CC) hingga roboh.

Peristiwa terjadi hari Minggu (14/7) lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal dengan registrasi IMO 9148647 tersebut berlayar dari Pelabuhan Port Klang Malaysia sejak tanggal 11 Juli 2019.

Kapal bermaksud merapat ke dermaga dan memutar arah dengan diarahkan kapal pemandu sesuai prosedur. Namun ternyata ada gangguan dalam mesin sehingga kapal yang harusnya mundur justru maju tak terkendali.

"Setelah klarifikasi ke (kapal) pandu, ternyata terjadi ketidaknormalan. Ketidaknormalan itu saat pilot meminta kapal berhenti dan mundur, mesin tidak merespons. Jadi mesin jalan terus. Kita sudah klarifikasi ke nahkoda. Klarifikasi ke KKM mengatakan ada gangguan dari sistem mesin penggerak kapal," jelas kepala KSOP Klas 1 Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.


Gangguan sistem mesin itu ikut membuat kapal pandu yang seharusnya menarik ujung kapal tidak berkutik hingga akhirnya tali putus. "Tidak sanggup menahan hingga talinya putus sehingga menabrak tiang crane," jelasnya.

Peristiwa selanjutnya seperti pada video yang viral di media sosial, ujung kapal menabrak crane hingga roboh. Di video lain juga terlihat 'MV Soul of Luck' juga menyerempet kapal bertulisan SPS hingga terseret.

"Ini murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan," pungkas Wahid.


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena semua pekerja di lokasi sudah menyelamatkan diri saat melihat kapal tidak terkendali. Satu orang mengalami luka lecet dan sudah bisa langsung bekerja kembali hari berikutnya.

Tabrakan itu menyebabkan 3 unit head truk dan 14 kontainer tertimpa. Selain itu 1 bolder atau pengikat kapal di dermaga rusak, kemudian 6 Fender di pinggir dermaga terkikis.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, mengatakan dari perhitungan, kerugian mencapai Rp 60 miliar. Itu termasuk dengan berhentinya kegiatan bongkar muat selama 3 jam setelah kejadian.

"Diperkirakan Rp 60 miliar termasuk berhenti operasi kemarin. Kedua, akibat tidak berfungsinya container crane nomor 3 (yang roboh)," kata Doso.


Ia menegaskan semua aset sudah diasuransikan dan masih proses klaim. Asuransi tersebut juga mengcover milik pihak ketiga yang mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.

Langkah Pelindo III berikutnya yaitu mengevakuasi bangkai crane. Namun proses itu butuh waktu 5 hari karena proses klaim asuransi dan memotong bagian-bagian crane.

"Kami akan singkirkan bangkai crane yang jatuh di dermaga. Butuh waktu 5 hari. Kenapa tidak bisa segera karena ada kebutuhan asuransi. Kalau sudah ambil foto dan lain lain akan kita pindahkan," jelasnya.

Doso menjamin tidak akan ada keterlambatan pelayanan bongkar muat. Ia menjelaskan aktivitas di lokasi sudah berjalan 3 jam pasca peristiwa terjadi.


"Ada 2 tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS yaitu pertama pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam," kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam siaran persnya.

Tahap berikutnya adalah memindahkan CC 08 dari dermaga Utara ke dermaga Selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu. Sehingga jadwal jadwal pelayanan kapal petikemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.

"Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebelum CC pengganti tiba," tambah Doso.


Kapal tersebut masih berada di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk proses bongkar muat dan juga akan ditinjau oleh KNKT. Tidak ada kerusakan fisik dari kejadian itu dan kapal akan kembali melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

"Pengecekan atau check list engine belum lihat detailnya, kami yakin sudah melakukan hal yang diperlukan," kata Kepala Cabang PT Layar Sentosa yang menjadi agen MV Soul of Luck, Hari Ratmoko.




Tonton video Penjelasan Syahbandar soal Insiden Kapal Tabrak Crane di Semarang:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Kapal Tabrak Crane hingga Ambruk di Pelabuhan Semarang"
[Gambas:Video 20detik]

(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed