detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 17:21 WIB

Kekeringan di Grobogan, 1.793 Hektare Sawah Gagal Panen

Akrom Hazami - detikNews
Kekeringan di Grobogan, 1.793 Hektare Sawah Gagal Panen Petani Sutarmi saat beraktivitas di sawahnya di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Dampak kekeringan dirasakan para petani di beberapa wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Di antaranya, dengan adanya sawah yang mengalami gagal panen atau puso.

"Ada, 1.793 hektare (Ha) lahan yang kekeringan. Itu puso," kata Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/7/2019).

Menurut dia, sawah yang mengalami kekeringan hinga puso merupakan lahan tadah hujan.


"Yang terkena kekeringan di lahan tadah hujan. Gabus, Kradenan, Pulokulon, Brati, Geyer, Tegowanu," tambah dia.

Edhie menjelaskan salah satu penyebab terjadinya gagal panen di lahan padi tersebut

"Bisa puso karena sebagian petani menanam padi dua kali setahun, padahal sawahnya tidak beririgasi atau tadah hujan," jelasnya.

Dia berharap jumlah lahan yang kekeringan tidak bertambah. Menyikapi banyaknya sawah yang kekeringan, Edhie menjelaskan pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang ada.


"Kita optimalkan pemanfaatan sumber air yang ada, eksploitasi sumber-sumber air tanah dan pembuatan embung," ujarnya.

"Asuransi pertanian untuk daerah-daerah tertentu," pungkas Edhie.

Sutarmi (60) salah seorang petani ditemui di sawah di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, mengaku dia memanfaatkan lahannya yang kering dengan menanam kacang hijau.

"Saya tanami kacang hijau. Karena lahan kering sejak sebelum Ramadan lalu. Sudah tidak hujan sejak saat itu," ujar Sutarmi.

Simak Video "14 Tahun Tak Beroperasi, Stasiun Gambringan Grobogan Aktif Lagi"
[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com