detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 17:09 WIB

Daya Tawar Rendah, UMKM di Jateng Didorong Bentuk Koperasi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Daya Tawar Rendah, UMKM di Jateng Didorong Bentuk Koperasi Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Kelompok Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Jawa Tengah dinilai masih berdaya tawar rendah. Banyaknya pengepul dalam rantai distribusi juga menyebabkan UMKM kurang berkembang.

Hal tersebut mengemuka dalam Diseminasi Hasil Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan Solo Raya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Surakarta, Kamis (4/6/2019).

Peneliti dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Daniel Kameo, memaparkan selama ini pengepul hingga pengecer justru mendapatkan keuntungan besar. Sedangkan pelaku UMKM hanya mendapatkan sedikit untung.

"Misalnya bisnis gula semut di Banyumas, penderesnya dapat Rp 14 per kg, padahal tiap tahun ada saja yang jatuh dari pohon, patah tulang, meninggal," kata Daniel kepada wartawan.

"Sedangkan di pasar internasional, gula semut dijual ratusan ribu rupiah per kg. Bayangkan kalau mereka langsung menjual? Bisa mendapatkan untung berlipat-lipat. Perekonomian desa menjadi meledak," katanya.

Dia menyarankan agar UMKM membentuk sebuah koperasi bersama agar memiliki daya tawar yang tinggi. Dengan demikian, pengusaha tidak melulu ditekan oleh pengepul atau pengusaha bermodal besar.

"Satu-satunya cara, yang kecil menggabungkan kekuatan, wadahnya yang sering itu koperasi atau asosiasi, poktan atau apapun. Kalau tidak, ya yang untung orang lain," kata dia.

Namun yang menjadi permasalahan lain ialah pola pikir para pelaku UMKM itu sendiri. Mereka dinilai merasa cukup dengan hasil yang didapat selama ini, meskipun belum optimal.

"Ini harus ada kesadaran dari pelaku UMKM itu sendiri. Harus ada pendampingan dari kampus, perbankan, LSM, bukan hanya sehari dua hari, tetapi 3 sampai 5 tahun, karena ini mengubah mindset mereka," pungkasnya.


Simak Video "Tumpeng Kirab Kraton Solo, Solo "
[Gambas:Video 20detik]

(bai/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com