detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 17:01 WIB

Kekeringan di Purworejo Meningkat Tahun Ini

Rinto Heksantoro - detikNews
Kekeringan di Purworejo Meningkat Tahun Ini Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Sedikitnya 68 desa dalam 11 kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dilanda kekeringan. Air bersih dari Pemkab maupun pihak lain pun disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air terutama saat puncak musim kemarau tiba. Jumlah warga yang terdampak kekeringan juga meningkat dibanding tahun lalu..

Musim kemarau sudah mulai melanda wilayah Purworejo. Setidaknya 68 desa di 11 kecamatan merasakan dampak kekeringan tersebut. Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan petugas BPBD Purworejo, dari 68 desa tersebut tercatat ada 8.119 kepala keluarga (KK) dengan jumlah total mencapai 28.077 jiwa.

"Jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang jumlahnya 57 desa, jumlah KK 7.184 dan jumlah total jiwa 25.283 jiwa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Kusairi ketika ditemui detikcom di kantornya di Jl Sarwo Edhie Wibowo No 14 B, Kamis (27/6/2018).

Untuk menanggulangi masalah tersebut, sedikitnya 1.728 tangki air bersih yang masing-masing berkapasitas 5000 liter disediakan. Droping air bersih sendiri sudah dilakukan oleh BPBD Purworejo sejak awal Juni ini ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan.

Karena jumlah wilayah terdampak bertambah sedangkan armada tangki jumlahnya tidak memadai, BPBD pun merasa kewalahan mengatasinya. Jumlah tersebut di atas, kemungkinan juga masih bisa bertambah karena masih ada yang belum terdata dan masuk SK. Untuk membantu droping air bersih, pihak lain pun dipersilahkan untuk mendistribusikan secara mandiri dan berkoordinasi dengan pihak BPBD.

"Ya karena jumlah wilayah terdampak bertambah sedangkan mobil tangki cuma 4 ya kami merasa kewalahan, idealnya minimal ada 6 mobil tangki. Untuk pihak lain yang ingin membantu memberikan air bersih kami sangat berterima kasih, namun lebih baik berkoordinasi dahulu dengan BPBD agar tepat sasaran," lanjutnya.

Sesuai rencana, BPBD akan melaksanakan droping air bersih hingga Agustus nanti, namun jika masih diperlukan maka distribusi akan diperpanjang sampai dengan September mendatang.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong yang menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purworejo ikut membantu pemkab dengan mendistribusikan ratusan ribu liter air bersih untuk puluhan desa yang terdampak kekeringan.

"Sore ini kami bersama PDAM memberikan bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan, sekaligus dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-73. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa bermanfaat buat masyarakat. Bantuan akan kami tambah terus jika masih diperlukan," kata dia ketika ditemui detikcom saat melakukan droping di Desa Bendungan, Kecamatan Grabag, Kamis (27/6/2019) sore.

Warga desa yang mendapatkan bantuan air bersih pun merasa senang termasuk salah satunya adalah Turyanti (34). Di Desa Bendungan sendiri, sudah sejak bulan lalu warga merasa kesulitan mendapatkan air bersih lantaran sumur-sumur mulai mengering, kalau pun ada, airnya berwarna kuning dan terasa asin.

"Sudah sejak Mei sudah kekeringan, air sumur kuning dan asin. Ya seneng lah dibantu, ini ada yang kasih air bersih," kata Turyanti.


Simak Video "Kemarau Tiba, Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Dampak Kekeringan"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed