detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 13:57 WIB

Revisi Aturan Baju Muslim Siswa SDN di Gunungkidul Dicabut, Ini Alasannya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Revisi Aturan Baju Muslim Siswa SDN di Gunungkidul Dicabut, Ini Alasannya Pertemuan wali murid SDN Karangtengah III, Gunungkidul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Kepala SD Negeri Karangtengah III sempat merevisi surat edaran yang mewajibkan murid baru mengenakan seragam pakaian muslim. Lalu kini revisi yang berisi anjuran itu juga dicabut. Apa alasannya?

"Revisi (surat edaran tanggal 24 Juni 2019) kami yang sudah muncul di medsos itu masih dirasa mengundang polemik yang tidak enak. Akhirnya, pada pertemuan ini saya menyampaikan revisi (surat edaran tanggal 24 Juni 2019) sekaligus mencabut revisi tersebut," ujar Kepala SDN Karangtengah III, Puji Astuti.

Hal itu diungkapkan Puji usai menggelar pertemuan dengan wali murid di SDN Karangtengah III di Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (26/6/2019).

Adapun revisi surat edaran tertanggal 24 Juni 2019 yang kini dicabut berisi:

Ralat Surat Edaran

Memperhatikan saran masukan dari berbagai pihak dan untuk menjamin pemberian hak kepada semua peserta didik, maka bersama ini kami mencabut surat edaran tertanggal 18 Juni 2019 yang mengatur tentang pemakaian seragam bagi peserta didik SDN Karangtengah III.

Selanjutnya pemakaian seragam kami atur sebagai berikut:

1. Tahun pelajaran 2019-2020 peserta didik kelas 1 yang beragama Islam dianjurkan mengenakan seragam dengan pakaian muslim.

2. Sedangkan bagi siswa kelas 2 sampai kelas 6 yang beragama Islam belum dianjurkan dan bagi yang akan menggantikan seragamnya dianjurkan mengenakan seragam dengan pakaian muslim.

3. Jika akan mengenakan seragam pakaian muslim sebagaimana dimaksud nomor 1 dan 2 berikut ini kami sertakan contoh gambarnya.

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.


Menurut Puji, pencabutan revisi tersebut telah mendapat persetujuan wali murid SDN Karangtengah III.

"Jadi (revisi surat edaran yang menganjurkan murid mengenakan seragam pakaian muslim) dianggap tidak ada, semua (wali murid) menyetujui dan menerimanya," ucapnya.

Dengan pencabutan revisi tersebut, maka anjuran mengenakan seragam pakaian muslim murid SDN Karangtengah III dikembalikan ke wali murid masing-masing. Menurut Puji, hal itu berpedoman pada Permendikbud No 45 tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah.

"Sehinggasekolah tidak mewajibkan, apalagi menganjurkan untuk (murid beragama Islam mengenakan) seragam muslim, dan (untuk keputusan mengenakan) seragam (pakaian muslim) dikembalikan ke wali murid masing-masing," ujarnya.


Salah seorang wali murid yang hadir dalam pertemuan tersebut, Rini Puspitasari mengatakan bahwa ia sebenarnya mendukung anjuran mengenakan seragam pakaian muslim di SDN Karangtengah III.

"Kalau saya pribadi sebenarnya setuju ya, karena anak laki-laki saya kan tidak perlu bawa sarung kalau ke Sekolah karena sudah pakai celana panjang," ujarnya.

Menanggapi pencabutan revisi surat edaran tersebut, Rini mengaku tetap akan mengajurkan anaknya mengenakan seragam pakaian muslim. Bahkan, ia berniat membelikan anaknya seragam berlengan panjang.

"Sebetulnya surat edaran seperti itu tidak perlu dipermasalahkan ya, dan meski revisinya tadi dicabut saya tetap akan membelikan seragam lengan panjang untuk anak saya," kata Rini.



Tonton video SDN Ini Jadi Sorotan karena Edaran Wajibkan Siswa Berbaju Muslim:

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed