detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 21:18 WIB

Cegah Salah Buat Surat Edaran, Disdikpora Akan Beri Pelatihan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Cegah Salah Buat Surat Edaran, Disdikpora Akan Beri Pelatihan Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul menilai pemicu kontoversi surat edaran yang dikeluarkan SD Karangtengah III karena penggunaan kata yang kurang tepat.

Karena itu, Disdikpora akan memanggil dan memberi pembekalan kepada seluruh kepala sekolah terkait tata cara penggunaan bahasa yang tepat. Hal itu untuk mencegah munculnya polemik saat kepala sekolah membuat kebijakan yang tertuang pada surat edaran.

"Itu (pemicu kontroversi surat edaran SD Karangtengah III) kan karena salah kalimatnya. Karena itu tugas kami selaku pimpinan adalah membawa mereka (pembuat kebijakan di Sekolah) kepada pemahaman yang lebih menyeluruh agar kedepannya tidak ada lagi kata-kata dan kalimat yang menimbulkan pretensi negatif bagi semua pihak," ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid saat ditemui detikcom di Kantor Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Selasa (25/6/2019) malam.

Menurut Bahron, nantinya seluruh kepala sekolah di Gunungkidul akan mendapatkan sosialisasi dari pihak yang berkompeten dalam tata cara penggunaan bahasa yang baik dan benar. Mengingat kepala sekolah memiliki wewenang untuk membuat kebijakan di sekolah yang tengah dipimpinnya.

Menurutnya, aturan seragam sekolah sendiri diatur dalam Permendikbud No. 45 Tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah. Dalam aturan tersebut, menyebut pakaian seragam nasional adalah pakaian yang dikenakan pada hari belajar oleh peserta didik di Sekolah, yang jenis, model, dan warnanya sama berlaku secara nasional.

Sedangkan pakaian seragam khas sekolah adalah pakaian seragam bercirikan karakteristik Sekolah yang dikenakan oleh peserta didik pada hari tertentu, dalam rangka meningkatkan kebanggaan peserta didik terhadap sekolahnya.

Sementara pakaian seragam khas muslimah adalah pakaian seragam yang dikenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model, dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah.

Bahron menyebut, untuk menentukan corak dan warna dari pakaian seragam khas sekolah tergantung kebijakan Kepala Sekolah. Begitu pula mengenai kebijakan dalam menentukan murid agar mengenakan pakaian seragam khas muslimah.

"Inshaallah segera akan kami panggil pada waktunya dalam bentuk sosialisasi. Bahkan, kami juga akan menghadirkan dari Balai Bahasa Yogyakarta dan sebagainya untuk memberikan bekal kepada semua kepala sekolah agar saat membuat produk kebijakan (para Kepala Sekolah) lebih memperhatikan kaidah-kaidah bahasa yang semestinya," pungkas Bahron.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed