detikNews
Senin 24 Juni 2019, 16:53 WIB

Buntut Perusakan Rumah Makan di Gunungkidul, 1 Orang Diamankan Polisi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Buntut Perusakan Rumah Makan di Gunungkidul, 1 Orang Diamankan Polisi Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Polisi mengamankan satu orang pasca keributan di Rumah Makan Griyo Wono, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul kemarin sore. Satu orang itu diduga melakukan perusakan rumah makan dan pembakar motor.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan, polisi telah memintai keterangan terhadap 25 orang yang diamankan tadi malam. Alhasil, polisi mendapat petunjuk siapa pelaku yang melakukan perusakan terhadap motor bernomor polisi AB 2159 UD.

"Jadi sementara ini baru 1 (orang) yang diamankan dan sedang dalam perjalanan (ke Polres Gunungkidul). Satu orang ini diduga berperan sebagai pembakar dan perusak motor," ucapnya saat ditemui wartawan di Mapolres Gunungkidul, Senin (24/6/2019) sore.

Lanjut Fuady, ia belum bisa mengungkapkan nama satu orang yang tersebut. Namun, ia memastikan bahwa satu orang yang diamankan bukan warga setempat, melainkan berasal dari kelompok yang terlibat keributan di Rumah Makan Griyo Wono.

"Yang jelas bukan dari warga kita, dan kemungkinan (yang diamankan polisi) bisa bertambah. Karena mereka saling berkaitan dan berada di lapangan (lokasi kejadian) bersama-sama, terus tidak mungkin kalau yang ikut mukulin (menganiaya korban) hanya satu orang," ujarnya.


Lebih lanjut, apabila satu orang yang diamankan polisi terbukti ikut melakukan perusakan dan penganiayaan, maka yang bersangkutan dapat disangkakan pasal Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap orang maupun barang.

Mengingat dari keterangan yang diperoleh, kejadian bermula saat sekelompok orang menghadiri acara syawalan di Pantai Indrayanti. Usai menghadiri acara tersebut, mereka pulang dan di tengah perjalanan bertemu dengan korban yang diketahui bernama Budi, warga Desa Planjan, Kecamatan, Saptosari, Gunungkidul.

"Karena ugal-ugalan, korban menegur mereka (kelompok yang pulang dari syawalan) untuk minggir dan jangan ke tengah-tengah (saat mengendarai motor)," ujar Fuady.

"Setelah ditegur korban, mereka malah mengejar dan mukulin korban, karena itu korban terus lari dan motornya ketinggalan. Nah, karena motornya ketinggalan jadi sasaran pelampiasan mereka," imbuhnya.

Mengetahui korban lari, kelompok itu mengejar hingga ke belakang Rumah Makan Griyo Wono. Namun, karena korban hafal dengan lokasi tersebut membuatnya berhasil kabur dari kejaran kelompok tersebut.

"Karena tidak terkejar, pelampiasannya (merusak) rumah makan dan motor itu. Jadi kejadian kemarin itu spontan dan seketika terjadinya, penyebabnya karena selisih paham di jalan, mungkin tersinggung saat ditegur dan tidak terima," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed