detikNews
Senin 24 Juni 2019, 14:48 WIB

7 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Semarang, Begini Kesaksian Sopir Bus

Aji Kusuma Admaja - detikNews
7 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Semarang, Begini Kesaksian Sopir Bus Kecelakaan bus dan mobil di Jalan Boyolali-Semarang. Foto: Dok Polres Semarang
Semarang - Kecelakaan antara Mobil Avanza nopol B 157 NIK dan Bus Rosalia Indah bernopol AD 1451 D di Kabupaten Semarang, Minggu (23/6) dini hari. Kecelakaan itu terjadi di Jalan Boyolali-Semarang dan menewaskan tujuh orang pengemudi dan penumpang mobil.

Kecelakaan terjadi di wilayah Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Menurut keterangan sopir bus, Budi Apriyanto, kecelakaan itu terjadi sangat cepat. Dia mengaku tak mengetahui adanya mobil Avanza yang secara tiba-tiba melaju dari arah berlawanan.

"Jadi waktu itu kondisi jalan kosong, saya tidak menyangka ada mobil dari lawan arah, waktu itu saya melaju dari Salatiga menuju Boyolali, tiba-tiba saja mobil itu oleng keluar dari jalur dan menabrak bagian depan bus yang saya kendarai," jelas Budi Apriyanto kepada awak media di halaman Mapolsek Tengaran, Senin (24/06/2019).

Budi menceritakan usai kecelakaan terjadi, dirinya segera mengevakuasi penumpang melalui pintu belakang bus. Tak berselang lama, masyarakat dan pengendara lain berhenti untuk membantu mengevakuasi korban dari dalam mobil.


"Lalu datang masyarakat dan rombongan touring sepeda motor yang segera membantu mengevakuasi korban di dalam mobil Avanza," terang Budi.

7 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Semarang, Begini Kesaksian Sopir BusManajer Operasional Rosalia Indah, Ahmad Sudarto. Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom


Dalam kesempatan yang sama, Manajer Operasional Rosalia Indah, Ahmad Sudarto, berjanji pihaknya akan terus kooperatif dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan kecelakaan yang menimpa salah satu awak busnya itu. Ia mengakui sudah menyerahkan seluruh barang bukti guna membantu proses penyidikan.

"Kami ada alat pendeteksi kecepatan yang terintegerasi dengan sistem GPS, dari data yang kami catat saat itu bus melaju dalam kecepatan 74 Km/jam, selain itu kami juga ada data penumpang yang juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian. Nantinya selain keterangan awak bus, penumpang juga bisa menjadi saksi atas kejadian kecelakaan ini," tandas Sudarto.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed