detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 21:45 WIB

Diduga Ada Politik Uang, 4 Cakades Gugat Pemkab Brebes

Imam Suripto - detikNews
Diduga Ada Politik Uang, 4 Cakades Gugat Pemkab Brebes Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Pasca gelaran pilkades serentak, Pemkab Brebes, Jawa Tengah, menerima gugatan empat calon kepala desa. Mereka mengadukan adanya indikasi dugaan kecurangan berupa politik uang.

Pengaduan ini diterima setelah proses pilkades serentak digelar pada Minggu kemarin. Para cakades yang tidak puas dengan hasil pemungutan suara diberi kesempatan untuk mengadukan selama 3 hari.

Dari 148 desa yang melaksanakan pilkades, ada 4 desa yang mengajukan gugatan. Gugatan hasil Pilkades diajukan oleh calon Kades yang gagal memenangi kontestasi. Masing masing Desa Benda Kecamatan Sirampog, Desa Blandongan Kecamatan Banjarharjo, Desa Wanareja Kecamatan Sirampog, dan Desa Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung.

"Hingga batas akhir pengaduan yaitu Rabu kemarin, ada empat aduan atau gugatan. Keempatnya mengadukan adanya dugaan kecurangan berupa pembagian uang dalam pilkades kemarin," kata Plt Kepala Bagian Pemdes Setda Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho, Kamis (20/6/2019).

Hanya saja, dari empat desa, ada satu desa yang mencabut gugatan, yaitu dari Desa Kemurang Kulon. Alasannya, calon Kades yang mengajukan gugatan masih mempunyai hubungan keluarga dengan kades terpilih.

"Rencana, kami akan datang ke Desa Kemurang Kulon untuk menanyakan terkait pencabutan gugatan itu. Info awal yang kami peroleh, alasan utama pencabutan, lantaran cakades yang kalah masih ada ikatan saudara dengan cakades yang menang," ungkapnya.

Laode Vindar Aris Nugroho menambahkan, tahap berikut akan membahas dalam rapat terbatas yang melibatkan para calon Kades yang menggugat.

"Tahapannya adalah rapat terbatas. Kami memiliki waktu selama 30 hari untuk menyelesaikan gugatan Pilkades itu dan mengumumkan hasilnya," jelasnya.

Saat ini, Pemkab Brebes sedang menyiapkan materi yang akan dibahas dalam rapat terbatas tersebut. Diharapkan, hasil dari rapat terbatas menghasilkan keputusan yang diterima semua pihak.

Untuk diketahui, pilkades serentak yang dilaksanakan di Desa Kemurang Kulon diikuti dua calon yaitu Kastori dan Abdurrohim. Dari hasil perhitungan, perolehan suara kedua calon hanya selisih 2 suara. Kastori mendapatkan 2.364 suara dan lawannya mendapat 2.366 suara.

Untuk Desa Blandongan juga diikuti dua calon, yakni Carsan dan Carpudin. Casan sendiri merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri sebagai Kades Blandongan dan mendapatkan perolehan 1.550 suara dan Carpudin mendapatkan suara 1.291.

Dua desa lainnya yang ada di Kecamatan Sirampog yakni Desa Benda dan Wanareja sama-sama mengajukan gugatan. Di Desa Benda sendiri diikuti oleh lima calon. Yakni Abdul Karim, Nahib Sodiq, Abdul Rohman, Baitsul Amri dan Dimyati.

Dari empat cakades, calon nomor urut 2 yaitu Nahib Sodiq mengajukan gugatan. Perolehan suara Nahib terpaut 149 suara dengan calon Kades terpilih yaitu Baitsul Amri.

Sama dengan Desa Benda, calon Kades Wanareja yang kalah dalam Pilkades juga mengajukan gugatan. Pilkades yang diikuti empat calon tersebut diduga terjadi kecurangan politik uang.
(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed