detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 19:31 WIB

Pasien RSJ Magelang Meninggal, Polisi Periksa 5 Saksi

Eko Susanto - detikNews
Pasien RSJ Magelang Meninggal, Polisi Periksa 5 Saksi Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Seorang pasien RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, Rob Pendi (52), meninggal dunia. Karena melihat ada kejanggalan soal meninggalnya, keluarga pasien kemudian melaporkan ke Polres Magelang Kota.

Polisi saat ini baru melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Selain itu meminta bantuan dari Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah terkait rencana melaksanakan autopsi

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo mengatakan, terkait dengan dugaan penganiayaan pasien RSJ, pada Rabu (19/6/2019), sore mendapat laporan dari seseorang. Dalam laporan tersebut jika adiknya yang dirawat di RSJ karena mengalami gangguan jiwa dirawat mulai, Senin (17/6/2019), kemudian pada Rabu, meninggal dunia.


"Saudaranya dikabari korban meninggal dunia, kemudian yang bersangkutan datang ke rumah sakit melihat jenazahnya. Saat itu, ternyata menemukan kejanggalan karena ada luka lebam di seputaran mata. Karena ada kejanggalan tersebut yang bersangkutan datang ke Polres Magelang Kota melaporkan. Kemudia, kami tindak lanjuti, kami cek untuk jenazahnya dan dari hasil pemeriksaan luar ada luka lebam dilaporkan tersebut sehingga kami meminta bantuan dari Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk melakukan autopsi," tegas Rinto.

Rinto menjelaskan, setelah menerima laporan melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap korban meninggal di RSJ. Keluarganya melaporkan karena menemukan adanya kejanggalan ada luka lebam di seputaran mata.

"Karena ada kejanggalan tersebut, kemudian yang bersangkutan dari ke Polres Magelang Kota melaporkan. Kami tindaklanjuti, kami cek untuk jenazahnya atau mayatnya di rumah sakit dan dari hasil pemeriksaan luar ada luka lebam yang dilaporkan tersebut sehingga kemudian kami meminta bantuan dari Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk melaksanakan autopsi," kata Rinto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/6/2019).

"Dari hasil autopsi, kami masih menunggu hasilnya. Sementara hasilnya, secara detail belum ada, namun untuk luka lebam memang ada ditemukan di kelompak mata dan pinggang kanan. Kemudian langkah-langkah selanjutnya, kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab daripada luka lebam itu, kenapa kalau memang nanti ada unsur kesengajaan atau ada pelakunya ya tentunya akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar dia.

Terkait dengan penyelidikan yang dilakukan tersebut, kata dia, sejauh ini penyidik Reskrim Polres Magelang Kota telah memeriksa 5 orang saksi.


"Sampai saat ini ada 5 saksi. Saksi-saksi yang kami periksa dari perawat di RSJ dan keluarga dari korban. Kemudian, ada dua saksi yang kami periksa pada saat sebatas mereka mengantarkan dan ketika diberitahu korban meninggal," tuturnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, kata Rinto, pada saat diantarkan menuju rumah sakit kondisi fisik sehat.

"Kalau keterangan keluarga pada saat diantar ke rumah sakit kondisi fisiknya sehat. Memang yang bersangkutan meronta-ronta karena yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa," kata dia.

Saat disinggung kejadian tersebut mengarah pada dugaan penganiayaan, Rinto mengatakan, kalau luka lebam tentunya dari dokter menyampaikan karena kekerasan benda tumpul.

"Kalau dari luka lebam tentunya kan ada dari dokter menyampaikan itu kekerasan benda tumpul, kan gitu. Tetapi kekerasan benda tumpul itu apakah korbannya kejedut atau ada unsur kesengajaannya kami dalami itu," pungkas Rinto.



Tonton video Kemendikbud Pamerkan Hasil Karya Seni Pasien RSJ:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed