detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 19:29 WIB

Musim Kemarau, Kasus DBD di Gunungkidul Meningkat 2 Kali Lipat

Pradito Rida Pertana - detikNews
Musim Kemarau, Kasus DBD di Gunungkidul Meningkat 2 Kali Lipat Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Berakhirnya musim hujan tidak menurunkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul. Saat musim kemarau ini kasus DBD meningkatkan 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan, di periode yang sama pada tahun 2018, Dinkes mencatat 124 kasus DBD. Selain itu, dari angka tersebut tidak ada warga yang berujung meninggal dunia karena DBD.

"Dari bulan Januari sampai 31 Mei (2019) tercatat ada 308 kasus DBD, dan kalau dibandingkan tahun lalu, khususnya pada periode yang sama memang meningkat 2 kali lipat," ujarnya saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (19/6/2019) petang.

"Dan dari 308 (kasus DBD) itu ada seorang warga Karangmojo yang meninggal dunia, tepatnya bulan Maret lalu," imbuh Priyanta.

Menurutnya, lonjakan kasus DBD pada musim kemarau ini terbilang misterius. Mengingat musim penghujan telah berakhir dan berkaca dari tahun-tahun sebelumnya jumlah kasus DBD menurun saat memasuki musim kemarau.

"Penyebab meningkatnya kasus DBD saat musim kemarau ini mungkin karena masih terdapat genangan air sisa musim hujan kemarin, itu kan bisa jadi tempat berkembangbiak nyamuk (Aedes Aegypti)," katanya.

"Selain itu, perilaku masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih juga bisa mempengaruhi kembangbiak nyamuk (Aedes Aegypti)," lanjut Priyanta.

Karena itu, saat ini Dinkes menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat. Selain itu, Dinkes juga tengah memaksimalkan peran juru pemantau jentik (jumantik) yang bergerak dari satu rumah ke rumah lainnya.

"Dan hasilnya (pemantauan dari jumantik) nanti kami gunakan untuk menentukan perlu tidaknya fogging. Tak hanya itu, kami juga mendorong masyarakat untuk menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan serai di pekarangannya masing-masing," pungkasnya.




Lihat video India Dilanda Kekeringan:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed