detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 18:21 WIB

Naik 71 Tingkat di QS World Rangking, UGM Kini Peringkat 320 Dunia

Usman Hadi - detikNews
Naik 71 Tingkat di QS World Rangking, UGM Kini Peringkat 320 Dunia Jumpa pers di UGM terkait Quacquarelli Symonds World University Rangking (QS-WUR) 2020. Foto: Usman Hadi/detikcom
Sleman - Peringkat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Quacquarelli Symonds World University Rangking (QS-WUR) 2020 yang dirilis bulan ini membaik 71 peringkat. Kini UGM bertengger di peringkat ke-320 universitas terbaik dunia.

"Tahun sebelumnya UGM menempati posisi ke-391 pada pemeringkatan universitas dunia yang dirilis oleh QS-WUR. Dalam QS-WUR 2020 yang dirilis bulan ini UGM berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-320," ujar Rektor UGM, Panut Mulyono.

Hal itu disampaikan Panut saat menggelar konferensi pers di Ruang Sidang Pimpinan UGM Yogyakarta, Rabu (19/6/2019). Turut hadir dalam acara itu Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseno.


Pihak UGM, kata Panut, ke depannya akan terus melakukan perbaikan internal. Seperti melakukan perbaikan dalam sistem akademik maupun dengan meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks misalnya scopus.

Selain meninggalkan jumlah publikasi ilmiah, lanjut Panut, pihak UGM juga akan terus berupaya agar karya ilmiah yang dihasilkan civitas akademikanya menjadi rujukan dan menghasilkan impak yang dapat dirasakan dunia internasional.

"Impak ini salah satunya dapat diukur dari sitasi karya civitas akademika UGM oleh masyarakat internasional. Buku, karya seni, desain, dan inovasi UGM yang melimpah perlu dikelola sedemikian rupa agar keterbacaannya meningkat," katanya.


Panut melanjutkan, pihak UGM selama ini terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional. Tingkat kepercayaan tersebut dapat diukur dari jumlah masyarakat internasional yang melakukan kegiatan Tri Dharma di UGM.

Untuk mensukseskan upaya ini, Panut berharap adanya dukungan pemerintah. Ia meminta pemerintah lebih berperan aktif untuk mendorong masyarakat supaya menimba ilmu di perguruan tinggi dalam negeri, termasuk ke UGM Yogyakarta.

"Alih-alih mengeluarkan devisa untuk mengirim mahasiswa belajar di luar negeri, akan lebih baik bila pemerintah bersama perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UGM, membangun jejaring pendidikan tinggi yang menarik dunia internasional," tutupnya.
(ush/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed