detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:41 WIB

Warung Daging Anjing Ditutup

Keputusan Bupati Karanganyar Selamatkan 2.000 Anjing dari Pejagalan

Sukma Indah Permana - detikNews
Keputusan Bupati Karanganyar Selamatkan 2.000 Anjing dari Pejagalan Ilustrasi. Foto: The Korean Times
Yogyakarta - Bupati Karanganyar, Juliyatmono memutuskan akan menutup seluruh warung olahan daging anjing di wilayahnya. Dog Meat Free Indonesia menyebut keputusan itu menyelamatkan 2.000 anjing dari penjagalan tiap bulannya.

"Tindakan yang akan dilakukan di Kabupaten Karanganyar dapat menyelamatkan hampir 2,000 anjing tiap bulannya dari penjagalan," demikian yang tertulis dalam pers rilis Dog Meat Free Indonesia yang diterima detikcom, Rabu (19/6/2019).

Tim koalisi Dog Meat Free Indonesia menyatakan optimis keputusan Bupati Karanganyar akan menjadi awal dari pergerakan nasional dalam menghalangi perdagangan daging anjing.

Hasil penyelidikan tim koalisi Dog Meat Free Indonesia yang tertulis dalam rilis tersebut menunjukkan anjing-anjing dijagal dengan kejam.


"Rekaman gambar yang mengerikan ini menghasilkan seruan baru untuk segera bertindak dari para anggota koalisi, duta selebriti nasional maupun internasional, dan kekhawatiran masyarakat di seluruh Indonesia dan dunia," lanjutnya.

"Saat mengumumkan perkembangan rencana tindakan ini, Bupati Kabupaten Karanganyar, Drs Juliyatmono, MM menyatakan bahwa perdagangan daging anjing ini adalah suatu hal yang tidak dibenarkan, memberi peringatan mengenai risiko maut terhadap kesehatan umum yang disebabkan oleh perdagangan ini," sebut tim koalisi Dog Meat Free Indonesia.

Meski selama ini daging anjing dikonsumsi dengan alasan kesehatan, Koalisi Dog Meat Free Indonesia menyatakan bahwa kenyataannya perdagangan daging anjing menyebabkan ancaman yang signifikan dan nyata terhadap kesehatan masyarakat. Terutama adalah risiko penularan rabies.

"Penelitian menunjukkan bahwa angka rabies tertinggi terdapat di provinsi dan kabupaten dengan konsumsi daging anjing tertinggi, mengakibatkan ancaman bahaya terhadap kesehatan manusia, kesejahteraan hewan dan ekonomi daerah," tutupnya.
(sip/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed