detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 17:50 WIB

BPOM Semarang Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 1,3 M

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
BPOM Semarang Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 1,3 M BPOM Semarang sita kosmetik ilegal senilai Rp 1,3 M. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang membongkar gudang penyimpanan kosmetik ilegal di Kota Semarang. Diperkirakan nilai barang di dalamnya mencapai Rp 1,3 miliar.

Gudang tesebut berada di dalam gang sempit bernama Gang Setrong nomor 41, Semarang. Dari depan gudang tersebut tampak seperti rumah biasa yang sederhana, namun saat masuk ternyata bangunan tersebut cukup luas dan berlantai dua dengan. Di dalamnya terdapat kardus berisi kosmetik tertata di dalamnya.

Pemilik barang berinisial OMG sempat berusaha menghalangi wartawan yang hendak meliput dengan mengatakan urusan belum selesai. Petugas BPOM Semarang kemudian memberikan pengertian kepada BPOM terkait kerja jurnalis.

Kepala Balai BPOM Semarang, Safriansyah mengatakan ada 46.631 kemasan kosmetik di dalam gudang tersebut. Setidaknya terdiri dari 24 jenis kosmetik dan 1 jenis krim.

"Jumlahnya 46.631 kemasan. Perkiraan nilai ekonomi Rp 1,3 miliar lebih," kata Safriansyah di lokasi, Selasa (18/6/2019).

BPOM Semarang sita kosmetik ilegal senilai Rp 1,3 M.BPOM Semarang sita kosmetik ilegal senilai Rp 1,3 M. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Pemilik yaitu OMG, lanjut Safriansyah, ternyata sudah menekuni penjualan kosmetik ilegal tersebut sejak tahun 2009. Ia menyewa gudang tersebut dan rumahnya sebenarnya ada di sebelah gudang namun menghadap ke Jalan Jaksa.

"Menurut yang bersangkutan sudah berlangsung sejak 2009 sampai sekarang dan saat operasi ditemukan 24 jenis kosmetik ilegal tanpa izin edar atau izin edar fiktif dan diduga mengandung zat terlarang," pungkasnya.

OMG menjual kosmetik tersebut ke toko-toko kosmetik atau menjual online. Ia sendiri juga memiliki toko namun di tokonya menjual kosmetik legal yang berizin. BPOM sempat menelusuri ke tokonya tahun 2017 namun yang ditemukan adalah barang legal. Penyelidikan tidak berhenti hingga akhirnya ditemukan barang ilegal yang dijual terselubung.

"Tahun 2017 pernah ke tokonya tapi legal semua yang dijual," tandas Safriansyah.

"Yang bersangkutan diancam dengan Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 terutama berkaitan barang siapa yang produksi atau distribusi dengan sengaja kosmetik tanpa izin edar dapat diancam pidana mencapai 15 tahun maksimal denda Rp 1,5 miliar," terangnya.

Safriansyah menegaskan penyelidikan tidak berhenti sampai di sini karena produsen kosmetik tersebut akan dikejar karena diketahui buatan lokal. Saat ini proses penyitaan barang dilakukan oleh BPOM Semarang dari gudang OMG.

"Kami ingatkan jangan tertarik iklan kosmetik yang menyesatkan, janji memutihkan singkat dipastikan kandung bahan dilarang. Yang sesuai standar tidak ada yang berkhasiat singkat," imbau Safriansyah.


Tonton juga video Gerebek Kos-kosan di Makassar, Polisi Sita Ribuan Kosmetik Ilegal:

[Gambas:Video 20detik]


(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed