detikNews
Senin 17 Juni 2019, 22:50 WIB

Siswa Berprestasi di Jateng Dapat Kuota 20 Persen Daftar SMA

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Siswa Berprestasi di Jateng  Dapat Kuota 20 Persen Daftar SMA Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengupayakan kuota penerimaan bagi siswa berprestasi di SMA diperbanyak. Siswa berprestasi dalam satu zona akan diberikan kuota maksimal 20 persen.

Dalam Permendikbud mengatur dalam zonasi mendapat kuota 90 persen, jalur prestasi maksimal 5 persen, jalur perpindahan maksimal 5 persen. Di Jawa Tengah, akan diberlakukan kuota maksimal 20 persen untuk siswa berprestasi dalam zona dengan mengambil kuota dari pendaftar dalam zonasi.

Ganjar mengatakan pihaknya sudah berkonsultasi dengan Kementrian Pendidikan sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah "memodifikasi" aturan Menteri Pendidikan dan KebudayaanNo 51 tahun 2018 dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA Negeri 2019.

"Karena di beberapa titik terbatas akses sekolahnya, kita berlakukan besaran prosentase di zona itu. Sehingga, siswa berprestasi akan mendapatkan 2 zona. Ketika di keluar daerah, dia menggunakan ketentuan Permendikbud sejumlah 10 persen (5 persen kuota prestasi dan 5 persen jalur perpindahan). Kalau di dalam zona, kalau banyak ketersediaan sekolah, kita pertimbangkan sampai 20 persen di zona masing-masing," kata Ganjar, Senin (17/6/2019).

Untuk siswa berprestasi akan langsung lolos di dalam dan di luar zona jika mendapatkan juara 1, 2, 3 lomba internasional dan juara 1 lomba tingkat nasional dengan catatan, lomba yang diikuti berjenjang. Ganjar mengupayakan siswa berprestasi untuk menghargai usaha mereka meraih prestasi dengan bisa memilih sekolah yang diinginkan.

"Kita berikan keleluasaan di zona masing-masing. Kalau mereka merasa memiliki prestasi bagus, bisa memilih sekolah terdekat. Dan pasti mendapatkan prioritas masuk," ujarnya.

Selain itu Ganjar juga menyebut ada beberapa daerah yang pernah kekurangan siswa. Saat ini pun pihaknya sedang meminta data base, sehingga bisa memotret daerah mana saja yang nanti bisa menyerap siswa.

"Potensi sekolah kosong dari laporan Pak Kadin ada di Wonogiri, Purbalingga dan Kendal, dan coba kita antisipasi," tegasnya.

Ia juga berharap segera disosialisasikam cara pendaftaran dan syaratnya. Perisapan pun dilakukan termasuk menyiapkan 140 server untuk pendaftaran online.

(alg/bgs)
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed