detikNews
Senin 17 Juni 2019, 17:30 WIB

Viral Papan Larangan Main Mobel Lejen di Magelang, Ternyata Ini Faktanya

Eko Susanto - detikNews
Viral Papan Larangan Main Mobel Lejen di Magelang, Ternyata Ini Faktanya Foto yang viral di media sosial. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Papan peringatan di salah satu sudut SMK Negeri 1 Magelang viral di media sosial. Tulisan di papan tersebut jadi perbincangan netizen karena isinya melarang siswa main game di sekolah dengan kalimat yang unik.

Dalam akun instagram katalucugambar yang diuplod sekitar tiga hari lalu, ada papan peringatan gambar handphone dalam lingkuran diberi garis miring. Kemudian, ada tulisan "Anda memasuki kawasan tanpa signal" (Biar tidak main mobel lejen pas pelajaran). Kemudian di bawahnya ada tulisan SMK Negeri 1 Magelang.

Atas unggahan ini, tak sedikitnya ada sekitar 22.106 menyukai gambar tersebut dan sekitar 326 orang memberikan komentar. Komentar yang disampaikan pun beragam.


Detikcom kemudian mendatangi sekolah tersebut, Senin (17/6/2019). Ternyata papan nama sebagaimana yang diuplod dalam ramai dibahas di media sosial tersebut tidak ada.

Yang ada, papan peringatan bertuliskan "Anda berada di kawasan tanpa rokok" (Permendikbud No 64 tahun 2015, pasal 3). Selain itu, disertai gambar rokok digaris miring dalam lingkaran dan di bawahnya ada tulisan "Kawasan dilarang merokok" (No smoking area). Kemudian di bagian bawahnya tertulis SMK Negeri 1 Magelang.

Kepala SMK Negeri 1 Magelang, Nisandi menduga, ada anak-anak yang iseng mengedit foto papan di sekolah tarsebut pada setahun yang lalu. Nisandi menjelaskan bahwa justru di sekolahnya terdapat Wifi yang biasa digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Papan peringatan yang sebenarnya. Papan peringatan yang sebenarnya. Foto: Eko Susanto/detikcom

Sehingga bahkan ketika masa libur sekolah, banyak siswa yang ke sekolah untuk memanfaatkan Wifi.

"Itu saya kira ada anak-anak yang isenglah, tapi itu sudah setahun yang lalu iseng seperti itu. Kemudian, telah kami sampaikan kalau namanya iseng jangan seperti itu, terlebih dimasukan di sosmed. Itu kami harapkan untuk tidak seperti itu. Ini kan menjadi tidak bagus," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/6/20919).

"Kalau itu berita yang tidak bagus, kemudian nanti kami tidak terima kan jadi masalah. Kemudian terkait dengan data itu, itu tidak betul. Tulisan yang betul silakan dicek, di sana ada tulisan Anda memasuki kawasan tanpa asap rokok. Ya saya kira itu saja, cukup," tuturnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed