DetikNews
Senin 27 Mei 2019, 12:39 WIB

Hasil Uji 2 Warga Gunungkidul Terduga Antraks Negatif

Pradito Rida Pertana - detikNews
Hasil Uji 2 Warga Gunungkidul Terduga Antraks Negatif Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul telah menerima hasil uji laboratorium dari BBVet terkait 2 sampel manusia yang dicurigai terkena bakteri antraks. Hasilnya, dua sampel yang diuji menyatakan 2 suspect negatif antraks.

"Tadi saya barusan ditelpon kalau hasil uji sampel sudah keluar, dan hasil uji sampel terhadap manusianya negatif. Saat ini kami tinggal menunggu surat resminya saja (terkait hasil uji sampel dari Balai Besar Veteriner/BBVet Wates)," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty saat ditemui di Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (27/5/2019).

Lanjut Dewi, dua orang warga yang sebelumnya terindikasi antraks adalah seorang pria asal Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo dan seorang wanita asal Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo. Sebelumnya, pria itu terindikasi antraks karena kontak langsung dengan hewan ternak yang mati dan memiliki luka pada lengannya.

Sedangkan untuk yang berjenis kelamin perempuan terindikasi antraks karena membantu proses penyembelihan di tempat pemotongan (jagal) di Desa Gedangrejo. Mengingat perempuan itu adalah istri dari tukang jagal sapi.


"Jadi sebetulnya yang diambil sampelnya itu ada 2 orang, 1 warga (Dusun) Grogol laki dan 1 perempuan warga (Desa) Gedangrejo yang istrinya tukang jagal, dan alhamdulilah setelah diuji hasil sampelnya negatif," katanya.

Kendati hasil uji sampel kedua suspect negatif bakteri antraks, Dinkes tetap melakukan monitoring terhadap warga di Dusun Grogol. Menurutnya monitoring terus dilakukan hingga situasi berangsur-angsur kondusif.


"Tetap, tetap kita ikuti perkembangannya dengan monitoring (terhadap warga di Dusun Grogol), karena kita ingin memastikan daerah itu betul-betul clear dari antraks," ucapnya.

"Selain monitoring, kita juga secara rutin memberi penyuluhan perilaku hidup sehat seperti jangan makan daging dari hewan yang mati mendadak dan setelah menyembelih diharuskan mencuci tangan dengan bersih," pungkasnya.
(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed