DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 19:36 WIB

Pemudik Mau Lewat Bantul dari Jalur Selatan, Ini Rutenya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Pemudik Mau Lewat Bantul dari Jalur Selatan, Ini Rutenya Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Jalan-jalan di Kabupaten Bantul diprediksi bakal dilalui pemudik dari barat (Jakarta, Bandung, Banten) yang hendak melanjutkan perjalanan ke arah timur baik ke Yogyakarta dan Jawa Tengah selatan.

Mereka melintas masuk DIY dari arah Purworejo menuju Kulon Progo lewat jalur selatan (Brosot-Srandakan). Kemudian melanjutkan perjalanan ke timur menuju Gunungkidul, Pracimantoro (Wonogiri) hingga Pacitan Jawa Timur atau menuju ke Klaten, Sukoharjo dan Solo.

Bantul diprediksi akan dilalui para pemudik yang lewat dari jalur selatan. Kondisi jalan yang akan dilalui pemudik sudah dalam keadaan baik atau layak.

"Untuk arus mudik lebaran tahun ini Dishub telah menyediakan 3 jalur utama arus mudik," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bantul, Agus Jaka Sunarya kepada wartawan di kantor Dishub Bantul, Jumat (24/5/2019).

Menurut Agus, jalur pertama, pemudik yakni dari Purworejo ke Klaten atau Solo yang melalui Temon-Wates-Gamping Sleman ringroad utara-Yogyakarta-Klaten. Jalur kedua adalah jalur Yogyakarta ke Bantul melalui Bantul-Sewon-Yogyakarta dan untuk jalur ketiga adalah jalur Bantul-Wonosari yang melintasi Yogyakarta-Piyungan-Patuk-Playen-Wonosari.

"Untuk jalur alternatif ke DIY lewat Bantul ada 2, pertama jalur Kulon Progo-Yogyakarta lewat Toyan Wates-Panjatan-Brosot-Srandakan-Pandak- Parangtritis-Ringroad Yogyakarta. Kedua jalur alternatif Yogyakarta-Wonosari, jalurnya lewat Yogyakarta-Pleret-Imogiri-Panggang-Playen-Wonosari," ucapnya.

Berkaitan dengan perbaikan jembatan Winongo yamng menghubungkan Yogya dengan Bantul, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suhariyanta mengatakan Jalan Bantul-Yogyakarta memang belum bisa dipergunakan secara maksimal karena jembatan Winongo belum selesai diperbaiki. Karena itu pengendara diimbau melintas jalur alternatif lainnya.

"Penutupan jembatan winongo memang mengharuskan pengendara lewat jalur-jalur alternatif. Kalau dari arah utara bisa lewat perempatan Madukismo ke selatan, atau dari ringroad bisa lurus ke selatan dan lewat jalan di sebelah utara Pasar Niten, terus nanti ke arah timur lalu ke selatan," ujarnya.

Ia tidak menampik jalan alternatif yang mengarah ke timur Pasar Niten kerap ditemui beberapa warga sekitar yang tengah mengatur arus lalu lintas. Kendati demikian Aris tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia menilai keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mencegah antrean panjang kendaraan bermotor, khususnya saat melintas di simpang 4 Kali Putih.

"Dishub memang tidak mengeluarkan izin kepada mereka, tapi karena sifatnya darurat maka kita memandang keberadaan mereka sebagai hal positif. Karena mereka ikut membantu kelancaran jalan di sana (simpang 4 Kali Putih) saat jembatan Winongo tidak bisa dilewati," katanya.

"Apalagi sifatnya kan sementara, karena itu kami persilahkan," imbuh Aris.

Ia menambahkan keberadaan mereka membantu pengaturan lalu lintas memang kerap disalah artikan oleh pengendara. Hal itu karena pak ogah dianggap meminta imbalan karena telah mengatur lalu lintas.

"Warga melakukan itu (ikut mengatur lalu lintas) karena tidak ingin ada kemacetan di jalan itu. Selain itu kami sampaikan juga untuk imbalan ke mereka bersifat sukarela dan terpaksanya tidak memberi juga tidak apa-apa," pungkas Aris.



Simak Juga 'Mau Mudik Lewat Jalur Darat? Waspadai Titik Kemacetan Ini':

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed