DetikNews
Jumat 24 Mei 2019, 13:52 WIB

Mahasiswanya Jadi Joki di Surabaya, Rektor UGM: Belum Ada Laporan Resmi

Usman Hadi - detikNews
Mahasiswanya Jadi Joki di Surabaya, Rektor UGM: Belum Ada Laporan Resmi Rektor UGM, Panut Mulyono. Foto: Usman Hadi/detikcom
Sleman - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono, angkat suara perihal mahasiswanya yang tertangkap basah menjadi joki ujian masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Selasa (21/5) lalu.

"Kami belum mendapat laporan resmi. Kami tahunya dari berita dan dari kawan yang ada di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Nah, kami sekali lagi belum mendapat pengaduan dan laporan," ujar Panut kepada wartawan di Balairung UGM, Jumat (24/5/2019).

Meski belum mendapat laporan, lanjut Panut, pihaknya sudah mencoba mengecek data base kemahasiswaan UGM. Hasilnya satu joki yang diamankan di UM Surabaya namanya cocok dengan mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM.

"Lalu ketika ditanya bagaimana sikap UGM? Ya pada prinsipnya UGM telah memiliki aturan tata prilaku mahasiswa. Ketika nanti terbukti ada mahasiswa yang melakukan tindakan yang melanggar kode etik tersebut ya tinggal kita proses," tegasnya.


Sementara UGM hingga kini juga belum memanggil satu mahasiswanya yang diduga menjadi joki di UM Surabaya. Panut beralasan pihaknya belum menerima laporan maupun aduan. Namun ia berjanji akan memprosesnya bila sudah ada kepastian.

"Nanti diproses ketika sudah ada kepastian, dan proses untuk pelanggaran kode etik bagi mahasiswa itu tim etik di tingkat fakultas yang 'memeriksa', kemudian nanti sampai menjatuhkan sanksi yang dilakukan oleh tim etik itu," paparnya.

Karena belum ada hasil dari Tim Etik Fakultas Teknik, Panut belum bisa memastikan apa sanksi yang akan dijatuhkan ke mahasiswa tersebut. Panut hanya memaparkan berbagai kategori sanksi yang diatur kampus ke mahasiswanya yang melakukan pelanggaran.


"Ada pelanggaran ringan, sedang berat. Ketika mahasiswa melakukan pelanggaran berat kode etik, sanksinya adalah dikeluarkan sebagai mahasiswa. Tetapi masalah misalnya jadi joki, itu kategori ringan, sedang atau berat itu perlu dilihat (dikaji)," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pengawas ujian masuk Fakultas Kedokteran UM Surabaya mengamankan empat joki. Dua dari empat joki mengaku sebagai mahasiswa UGM. Keduanya tergiur menjadi joki karena dijanjikan imbalan Rp 5-10 juta oleh seorang makelar.

Keempat joki tersebut yakni Ridwan Nur (19) dan Muhammad In'am Jawazi (20) yang mengaku sebagai mahasiswa UGM, kemudian Riantama Rasunda (20) yang mengaku sebagai mahasiswa ITB, dan Miftakul Munif (19) seorang alumnus SMA N 2 Kediri.
(ush/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed