DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 15:19 WIB

Polisi Wonosobo Akan Sweeping Balon Udara Liar Saat Lebaran

Uje Hartono - detikNews
Polisi Wonosobo Akan Sweeping Balon Udara Liar Saat Lebaran Festival Balon udara di Wonosobo tahun 2018. Foto: Uje Hartono/detikcom
Wonosobo - Sosialisasi larangan balon udara liar di Wonosobo akan melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan polisi. Pemkab dan polisi Wonosobo juga akan menggelar sweeping saat lebaran.

"Mulai sekarang, dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, guru dan kepala desa kami sampaikan bahaya balon udara yang diterbangkan secara liar. Sebab, balon udara ini akan membahayakan pihak lain," kata Camat Kertek Muhammad Said usai memberikan sosialisasi kepada warga di aula kantor kecamatan, Kamis (23/5/2019).

Kecamatan Kretek menjadi wilayah yang menerbangkan balon udara terbanyak di Wonosobo. Said menyampaikan bahwa dampak dari penerbangan balon udara liar ini bisa menyebabkan kebakaran hutan, pemukiman hingga jaringan listrik. Selain itu, juga bisa membahayakan penebangan pesawat.

"Untuk itu, nantinya saat hari raya Lebaran, kami bersama kepolisian akan melakukan sweeping. Agar jangan sampai ada yang menerbangkan balon udara liar," ujarnya.

Bagi warga yang sudah membuat balon udara, diimbau untuk mengikuti festival balon udara di Wonosobo 15 Juni 2019 mendatang. Namun, jika belum lebih baik untuk mengurungkan niat membuat balon udara.


"Kalau masih sebatas rencana sebaiknya tidak usah membuat balon udara. Karena tidak ada manfaatnya," tuturnya.

Salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kertek Amin Marzuki (51) menjelaskan, biasanya balon udara diterbangkan untuk meramaikan perayaan hari raya Lebaran. Hal tersebut sudah rutin dilakukan secara turun-temurun.

"Sejak saya kecil sudah ada, karena penerbangan balon udara sudah dilakukan turun-temurun. Bahkan, biasanya per RT menerbangakan sendiri-sendiri, ada yang satu RT dua balon udara," paparnya.

Terkait imbauan menerbangkan balon udara dengan cara dikaitkan tali, menurutnya merupakan jalan tengah.

"Sehingga, budaya balon udara tetap bisa dilakukan tetapi tidak membahayakan pihak lain," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed