DetikNews
Kamis 23 Mei 2019, 13:47 WIB

2 Mahasiswa Jadi Joki Ujian, Kagama: Bikin Malu, Beri Sanksi

Eko Susanto - detikNews
2 Mahasiswa Jadi Joki Ujian, Kagama: Bikin Malu, Beri Sanksi Ganjar Pranowo (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang - Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), mendesak ada tindakan tegas terhadap dua mahasiswa UGM yang menjadi joki ujian masuk di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jika tidak mendapat hukuman, dikhawatirkan keduanya terbiasa curang di kemudian hari.

Sebagaimana diketahui, empat joki berhasil ditangkap pengawas ujian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya, pada Selasa (21/5).

Keempatnya adaah Ridwan Nur (19) dan Muhammad In'am Jawazi (20) yang mengaku sebagai mahasiswa UGM, kemudian Riantama Rasunda (20) yang mengaku sebagai mahasiswa ITB serta Miftakul Munif (19) seorang alumnus SMA N 2 Kediri.


Ketua Umum Kagama, Ganjar Pranowo, mendesak dua Joki yang berstatus sebagai mahasiswa UGM agar mendapat sanksi setimpal. Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut sudah membuat malu almamater.

"Ya diproses saja. Ya jangan bikin malulah, banyak cara mencari rezeki, mari pegang integritas. Lha, kalau mau sekolah saja sudah tidak jujur maka selebihnya tidak akan ada karakter yang bisa dibentuk," kata Ganjar kepada wartawan di sela-sela ptauan harga di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Kamis (23/5/2019).

"Ini akan menjadi orang-orang yang nantinya terbiasa curang. Saya kira rektor (UGM) bolehlah memberikan sanksi kepada pelaku itu," lanjutnya.


Menyinggung soal sanksi ini, Ganjar yang juga Gubernur Jawa Tengah ini menyebutkan sanksi bisa berupa pidana maupun sanksi administratif. Untuk itu, pihaknya menyerahkan kepada rektor UGM untuk memberikan sanksi.

"Saya kira sudah ada aturan ya. Itu (sanksi) pidana bisa masuk, sanksi adminitrasinya masuk. Saya kira kewenangan kita berikan kepada rektor saja," pungkasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed