DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 13:20 WIB

UGM Akan Sanksi Mahasiswanya yang Jadi Joki Fak Kedokteran UM Surabaya

Usman Hadi - detikNews
UGM Akan Sanksi Mahasiswanya yang Jadi Joki Fak Kedokteran UM Surabaya Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani. Foto: Usman Hadi/detikcom
Sleman - Dua joki yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diamankan panitia pelaksana ujian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Selasa (21/5) kemarin. Bagaimana respons UGM?

Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, menuturkan pihaknya telah mengecek dua nama mahasiswanya yang disebut menjadi joki di UM Surabaya. Hasilnya satu nama dinyatakan cocok, sementara satu nama tidak ditemukan di data kemahasiswaan.

"Dari dua nama yang disampaikan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya, itu satu nama yang namanya sama dan ada ditemukan dalam data kemahasiswaan UGM, tapi yang satunya tidak," ujar Iva, panggilan akrabnya saat dihubungi wartawan, Selasa (22/5/2019).

Mahasiswa UGM tersebut berinisial RD (18), mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM. Sementara joki IN (19), yang juga mengaku sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Kesehatan UGM namanya tak tertera di data kemahasiswaan.


Terkait kasus ini, lanjut Iva, Tim Etik Fakultas Teknik UGM telah bergerak untuk mendalami praktik perjokian tersebut. Jika nantinya tim etik menyimpulkan RD bersalah, maka akan ada sanksi tegas dari pihak universitas.

"Ya pasti akan ada sanksi tegas (dari UGM). Karena segala macam bentuk prilaku (mahasiswa) yang tidak baik, melanggar tata aturan pasti akan ada tindakan tegas dan sanksi tegas dari universitas," paparnya.

"Ini kita sedang mengkaji itu, tim etik sedang mengkaji itu untuk memutuskan pelanggaran etik dan kemudian sanksi apa yang tepat seandainya memang terbukti (RD menjadi joki)," sambungnya.

Iva menjelaskan, hingga kini pihak UGM belum berkomunikasi dengan RD. Oleh karenanya, pihaknya belum bisa berkomentar banyak perihal dugaan keterlibatan RD dalam praktik perjokian di ujian masuk UM Surabaya.

"Kita juga belum ketemu yang bersangkutan (RD), belum mengerti (duduk perkaranya). Ini baru kita dalami hari ini, tim etik fakultas sudah mulai mendalami," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, empat joki berhasil diamankan panitia pelaksana ujian masuk Fakultas Kedokteran UM Surabaya pada Selasa (21/5) kemarin. Keempat joki tersebut yakni RD (18), IN (19), BA (22) dan MM (17).

Kepada pengawas ujian, RD dan IN mengaku sebagai mahasiswa UGM. Sementara BA mengaku sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), dan MM adalah alumnus salah satu SMA Negeri di Kediri.
(ush/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed