detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 19:54 WIB

Sudah Setahun Berstatus Waspada, Bagaimana Kondisi Merapi Terkini?

Usman Hadi - detikNews
Sudah Setahun Berstatus Waspada, Bagaimana Kondisi Merapi Terkini? Kawah Merapi (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi masih berstatus waspada. Status ini telah bertahan setahun sejak ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejak 21 Mei 2018 silam.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, membenarkan status waspada Merapi sudah bertahan setahun. Meski berstatus waspada, namun Hanik memastikan kondisi Merapi belum membahayakan karena laju magmanya juga pelan.

"Kenapa (status waspada Merapi) lama? Karena lajunya magma menuju permukaan sangat pelan. Jadi ekstrusinya juga lambat, kecepatannya sangat pelan," jelas Hanik kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (21/5/2019).

Hanik menuturkan, pertumbuhan kubah lava Merapi pada periode 11 Agustus 2018 - 28 Januari 2019 rata-rata hanya 3 ribu meter kubik. Sementara dari tanggal 29 Januari 2019 sampai saat ini pertumbuhan kubah lavanya tak teramati.


Menurutnya, pertumbuhan kubah lava ini masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hanik mencontohkan erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010 silam dengan pertumbuhan kubah lava mencapai jutaan kubik.

"Umumnya rata-rata (pertumbuhan kubah lava) di Merapi itu adalah 20 ribu meter kubik. Bahkan tahun 2006, 2010 dulu pertumbuhan kubah lavanya jauh lebih besar sampai jutaan (meter kubik)," papar Hanik.

Adapun erupsi Merapi yang terjadi saat ini, lanjut Hanik, sebenarnya fasenya sama seperti erupsi tahun 2006 lalu. Hanya saja erupsi yang terjadi belakangan ini suplai magma dan pertumbuhan kubah lavanya tergolong kecil.

"Kecepatan suplai magmanya ini yang membuat berbeda, sehingga kalau 2006 itu lebih besar suplainya, jadi kecepatan pertumbuhan kubah lavanya juga besar. Sekarang, yang ini benar-benar kalem (pelan)," tuturnya.


Hanik memprediksi aktivitas Merapi dengan skala kecil masih akan terus terjadi. Belum ada perubahan yang signifikan atas aktivitas Gunung yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jateng ini.

"Jadi belum ada perubahan yang signifikan, sehingga ke depannya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Begini saja, artinya bahwa Merapi masih akan terjadi erupsi (berskala kecil) dengan sifat lelehan lava pijarnya," sebutnya.

Hingga kini BPPTKG juga belum mengubah rekomendasinya, seperti meminta radius 3 kilometer dari puncak disterilkan. Hanik pun meminta masyarakat yang ingin mudik ke wilayah yang berdekatan dengan Merapi tak risau.

"Kalau mudik monggo saja, lakukan aktivitas seperti biasa. Jadi status waspada ini status di atas normal, tapi masyarakat masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa pada jarak rekomendasi yang kita tentukan," tutupnya.
(ush/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com