DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 14:54 WIB

Dishub Jateng: Tak Ada Pembatasan Angkutan Barang Saat Lebaran

Arbi Anugrah - detikNews
Dishub Jateng: Tak Ada Pembatasan Angkutan Barang Saat Lebaran Foto: Robby Bernardi/detikcom
Purwokerto - Berbeda dengan tahun sebelumnya, kendaraan berat angkutan barang mulai dibatasi menjelang lebaran. Namun pada tahun ini, kendaraan angkutan barang tetap bisa beroperasi.

"Lebaran kali ini tidak ada pembatasan angkutan barang. Pembatasan truk hanya pada jalan tol, untuk dijalan Nasional dan Provinsi truk tidak dibatasi," kata Bangun Adi, Kasi Angkutan Orang Dalam Trayek Dishub Propinsi Jawa Tengah kepada wartawan di Purwokerto, Selasa (21/5/2019).

Dia menjelaskan, pembatasan akan dilakukan jika tiba-tiba terjadi kemacetan pada satu titik yang mengharuskan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas.

"Kecuali jika ada kemacetan disatu titik, nanti pihak Kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas dan meminggirkan truk untuk mengurai kemacetan. Jadi kalau truk untuk di Jawa Tengah tidak ada pembatasan kecuali di jalan tol," ujarnya.

Meskipun demikian, peraturan pembatasan truk angkut barang tersebut tidak berlaku seluruhnya. Seperti halnya di Jawa Barat terdapat beberapa titik ruas jalan yang dibatasi angkutan barang.

"Tapi kalau untuk Jawa Barat ada beberapa ruas jalan yang dibatasi. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Organda, kebanyakan truk dari yang ekspor impor pelabuhan Tanjung Mas, hanya berada di seputaran Jawa Tengah saja, sehingga tidak dilakukan pembatasan," jelasnya.

Ia menambahkan diperkirakan akan banyak pemudik yang menggunakan jalan tol, pihaknya telah memantau kesiapan jalan tol, termasuk rest area di wilayah Pantura.

"Menurut Kementerian Perhubungan diperkirakan 60 sampai 70 persen akan melewati jalan tol. Kami sudah memantau terkait kesiapan jalan tol maupun rest area. Pemeriksaan itu baik kantin, toilet, dan SPBU," katanya.

Dia juga mengimbau kepada pengguna jalan tol yang akan mudik nantinya agar dapat mengisi bahan bakar full saat berada di Jakarta atau Jawa Barat. Hal tersebut untuk meminimalisir penumpukan kendaraan di rest area. Tetapi jika memang posisi lelah, pemudik dapat beristirahat di rest area yang semua fasilitasnya sudah tersedia.

Untuk jumlah pemudik sendiri, pihaknya memperkirakan ada sekitar 8,9 juta orang yang memasuki atau melintasi Jawa Tengah dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera. Semuanya diprediksi sekitar 60 persen akan melewati jalan raya.

"Kurang lebih ada sakitar 60 persen melewati jalan raya. Kenaikan sekitar 11.5 persen di tahun 2019, sedangkan pada 2018 sekitar 8.1 persen," jelasnya.

Dia memperkirakan dengan tersambungnya tol trans Jawa ini, seluruh kendaraan akan terfokus pada jalur utara, dan membuang jalur Selatan Jawa diperkirakan sepi.

"Jalur selatan agak sepi, makanya kita menghimbau supaya mengggunakan jalur selatan. Ini adalah pertama kali tol trans Jawa nyambung, kita perkirakan akan menjadi jalur favorit, tetapi jalur Selatan juga sudah bagus, ditambah pariwisatanya menyusuri pantai," pungkasnya.
(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed