DetikNews
Selasa 21 Mei 2019, 04:15 WIB

Ini Penampakan Rumah Milik Pengamen Jutawan di Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Ini Penampakan Rumah Milik Pengamen Jutawan di Kudus Rumah pengamen Wulan di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Satpol PP Kudus mengamankan seorang pengamen jutawan. Detikcom mendatangi rumahnya di Jalan Sokka, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus.

Bangunan rumah Wulan tampak belum rampung. Ayah Wulan, Efendi (76) berkata bahwa rumah tersebut merupaka hasil kerja Wulan bersama suaminya yang bekerja serabutan. Efendi merupakan seorang tunanetra. Dengan ramah, dia menceritakan tentang pekerjaan anak tunggalnya, Wulan.

Efendi memperkirakan bangunan rumah itu nilainya sekitar Rp 100 juta.

Bangunan ini terletak di Jalan Mutiara Sokka RT 2 RW 1. Lokasi rumahnya tidak berada di tepi jalan kampung, tapi harus masuk ke dalam gang. Bangunannya berlantai dua.
Dinding rumahnya masih belum dicat. Sedangkan di depan rumah tersebut tampak tumpukan hasil rongsokan botol.

"Wulan anak tunggal. Dia sudah lama kerja di jalan. Di lampu merah Ngembal. Sejak masih duduk di sekolah dasar," kata Efendi ditemui wartawan di ruang depan yang digelari kasur, Senin (20/5/2019).

Sepengetahuannya, Wulan bekerja sebagai pengamen dan pembersih kaca mobil. Setiap harinya, Wulan bekerja dari pukul 08.00-18.00 WIB. Dengan pendapatan sekitar Rp 100 ribu-Rp 200 ribu per hari.

"Pendapatan Wulan di jalan,kalau ramai ya Rp 200 ribu. Kalau sepi Rp 100 ribu," ujarnya.

"Kalau jadi petugas pembersih kaca pas musim hujan, bawa semprotan isi sabun. Pas pulang, biasanya mengumpulkan botol, atau gelas aqua. Istilahnya mayeng," ungkap dia.

Tidak heran, jika Wulan bisa mendapatkan pemasukan lumayan. Bahkan mampu menjadi tulang punggung bersama suaminya. Mereka mampu menghidupi ayah, ibu, dan anak semata wayang Wulan.

"Bisa buat bayar listrik, uang sekolah, beli motor, hingga bangun rumah. Kalau bangun rumah ini ya lebih dari Rp 100 juta. Saya dan Wulan urunan bareng. Luas rumah 6x7 meter, dua lantai, dengan tiga kamar," beber dia.


Sebagai ayah, dia sebenarnya khawatir dengan pekerjaan anak yang sangat berisiko. Namun Wulan memaksakan diri. Dia tak memungkiri bahwa anaknya mengikuti jejak pekerjaannya di masa lalu.

"Dia ikutan saya. Dulu saya minta (mengemis) di Yogya di wilayah Tempel. Pernah saya ajak Wulan saat masih kecil. Kalau saya minta-minta bisa dapat banyak. Kan saya tidak bisa melihat. Pasti banyak yang iba. Saya baru berhenti kerja dua tahun lalu," bebernya.

Rumah pengamen Wulan di Kudus. Rumah pengamen Wulan di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

"Dulu saya sehari bisa dapat Rp 300 ribu sehari pas di Yogya. Bahkan bisa lebih. Pernah juga ditangkap Satpol PP. Ditahan sebentar. Kalau Wulan, beberapa kali ditangkap Satpol PP. Hari ini juga info dari Wulan, dia disidang," kata pria yang rambutnya memutih ini.

Efendi juga membenarkan sang anak baru saja membeli motor secara tunai.

Rumah pengamen Wulan di Kudus. Rumah pengamen Wulan di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom

"Kalau tunai atau cash, harganya Rp17,4 juta. Kalau kredit Rp 24 juta. Ya pilih cash saja," kenangnya.


"Kami punya tabungan di BRI. Masih cukup buat beli sepeda motor tidak kredit. Ada 30 juta, 25 juta," imbuhnya.

Diwawancara terpisah, Juru Bicara PN Kudus, Edwin Pudyono Marwiyanto menambahkan Wulan telah dijatuhi vonis dalam sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

"Betul ada tipiring, diputus denda 300 ribu subsider 7 hari, melanggar perda no 15 tahun 2017 tentang pengemis, gelandangan, dengan hakim Wijawiyata SH," kata Edwin kepada detikcom melalui pesan pendek.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed