DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 22:00 WIB

Khusyuknya Upacara Penyucian Pura di Sleman

Ristu Hanafi - detikNews
Khusyuknya Upacara Penyucian Pura di Sleman Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma Dero.Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Umat Hindu tampak khusyuk mengikuti upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma Dero, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Upacara ini merupakan proses penyucian bangunan pura untuk pertama kalinya sejak didirikan pada tahun 1972.

Upacara dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Duaja Kemuku selaku pemimpin upacara/Sulinggih. Hadir juga Wakil Ketua Sabawalaka Parisade Pusat yang merangap Ketua Parisade Bali, Gede Rudia Adiputra.

"Upacara ini merupakan ritual memantapkan kembali berdirinya pura sebagai tempat suci agama Hindu. Upacara ini dilakukan karena sudah banyak dibuat bangunan baru di area pura yang perlu kita sucikan lagi," kata Ketua Panitia Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma, I Wayan Ordiyasa di sela upacara, Sabtu (18/5/2019) malam.

Rangkaian ritual yakni pembersihan bangunan sebagai persiapan upacara besar, pemasangan logam berupa emas, perak dan sejenisnya di sejumlah titik di bangunan dalam pura, ritual sesaji di area pura. Pura Widya Dharma sendiri memiliki umat sebanyak 16 ribu dari seluruh wilayah di DIY.

Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma Dero.Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma Dero. Foto: Ristu Hanafi/detikcom


Pengarah Kesenian Pura Widya Dharma, I Wayan Senen menambahkan dalam ritual melibatkan kesenian musik dan tari seperti tarian rejang dewa.

Sebagai bentuk akulturasi budaya, berbagai seni musik yang ditampilkan sebagai pengiring ritual tidak semua berasal dari Bali. Tapi juga dicampur dengan Jawa.

"Kami umat Hindu di DIY karena tinggal di sini tentu ingin membaur dengan budaya lokal. Kami selalu menampilkan Jawa dan Bali sebagai bentuk penghargaan kepada budaya lokal," ujarnya.

Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma Dero.Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Padudusan Wraspati Kalpa di Pura Widya Dharma Dero. Foto: Ristu Hanafi/detikcom

Wakil Ketua Sabawalaka Parisade Pusat yang merangkap Ketua Parisade Badung, Bali, Gede Rudia Adiputra mengatakan, upacara ini dilakukan secara periodik, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Untuk kembali memperkokoh hubungan pura dengan Tuhan, fisik pura diperbaiki, direnovasi. Secara non fisik, spiritual, ada aliran energi positif. Upacara ini rata-rata dilakukan 20-30 tahun sekali," jelasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed