DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 21:20 WIB

Minim Penerangan, Pemudik Lewat Jalur Wonosari Dimbau Hati-hati

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minim Penerangan, Pemudik Lewat Jalur Wonosari Dimbau Hati-hati Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Menjelang arus mudik lebaran, jalur Wonosari-Yogyakarta masih minim lampu penerangan, khususnya saat memasuki kawasan hutan Bunder, Kecamatan Playen Gunungkiduk. Dishub Gunungkidul mengaku perbaikan masih menunggu hasil lelang dari pihak berwenang.

Pantauan detikcom pukul 19.30 WIB, tampak hanya beberapa lampu kota yang menyala di sepanjang kawasan hutan Bunder. Padahal, jalur tersebut termasuk jalur utama mudik dan termasuk jalan nasional untuk menuju Wonogiri, Jawa Tengah.

Sunardi Wira (27), warga Warga Dusun Nogosari III, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul mengatakan, bahwa beberapa Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan hutan Bunder sudah lama tidak menyala. Menurutnya, hal itu telah berlangsung sejak akhir tahun 2017.

"Sudah lama sekali kalau lampunya tidak nyala itu, sejak banjir karena siklon Cempaka kalau tidak salah. Pokoknya setelag banjir itu lampunya sudah tidak menyala," katanya kepada detikcom, Rabu (15/5/2019).

Minimnya penerangan itu, menurut Wira cukup mengganggu pengendara yang tengah melintas. Terlebih untuk pengendara yang setiap malam hari melintas jalur tersebut.

"Tempat kerja saya kan di dekat hutan Bunder, jadi ya setiap hari lewat sini (hutan Bunder) baik pagi, sore atau malam. Jadi kalau gelap gini ya jadi agak terganggu kalau lewat, ditambah lagi banyak cerita mistis di area sana (salah satu ruas di hutan Bunder)," ucap Wira.

Diwawancarai terpisah, Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Perparkiran Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul, Ely Siswanta membenarkan hal tersebut. Menurutnya ada 25 titik di jalur Wonosari-Yogya yang masih minim penerangan.

"Memang banyak laporan dari masyarakat terkait lampu (LPJU) yang mati (di jalur Wonosari-Yogya), dan ada yang masuk jalur nasional dan jalur provinsi. Jadi untuk pemeliharaan sepenuhnya belum masuk ranah kami," katanya.

"Karena ranah kami hanya melakukan pemeliharaan yang ringan-ringan seperti penyambungan kabel dan membersihkan lampu. Kalau ganti sparepart kami lapor provinsi atau BPTD," imbuhnya.

Menurut Ely, jalur di kawasan hutan Bunder masuk jalur nasional sehingga ranah pemeliharaan berada di tangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Sedangkan Dishub Kabupaten Gunungkidul hanya sebagai pelaksana saja.

"Jadi kalau memang posisinya (lampu penerangan yang tidak menyala) di jalan nasional dilaporkan ke BPTD dan kalau di jalan provinsi akan dilaporkan ke Dishub provinsi. Dari Dishub provinsi juga sudah kasih jawaban, ternyata untuk pemeliharaan (LPJU) dilelangkan dan harus menunggu lelangan selesai, begitu pula dengan di BPTD," kata Ely.

Terkait minimnya penerangan, Ely mengatakan bahwa Dishub Gunungkidul akan melakukan pemantauan LPJU di Kota Wonosari. Apabila tidak menyala, nantinya Dishub akan mengambil tindakan.

"Mulai kemarin kita sudah memangkas pohon-pohon yang menutupi lampu (LPJU) di dalam Kota (Wonosari) dan diperkirakan minggu ini selesai. Mulai besok malam teman-teman juga akan menyasar LPJU yang mati di kota," ujarnya.

"Tapi untuk perbaikan di jalan nasional dan provinsi ya perlu wakti, kemungkinan minggu depan baru bisa," imbuh Ely.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed