DetikNews
Senin 13 Mei 2019, 15:26 WIB

Merasa Diperlakukan Tak Adil, Eks Petinju Nasional Ini Mogok Makan

Rinto Heksantoro - detikNews
Merasa Diperlakukan Tak Adil, Eks Petinju Nasional Ini Mogok Makan Ambyah Panggung Sutanto (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - Ambyah Panggung Sutanto, kini harus menjalani vonis 3 tahun karena diputuskan bersalah oleh pengadilan dalam kasus korupsi dana desa. Mantan petinju nasional tersebut tidak terima dengan vonis itu. Dia bertekad akan menjalani mogok makan. Bagaimana ceritanya?

Ambyah sebelumnya adalah kepala desa di Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Pengadilan Tinggi Jateng di Semarang telah menjatuhkan vonis kepadanya hukuman selama 3 tahun penjara dan uang pengganti Rp 461 juta atau kurungan pengganti 8 bulan.

Kini Ambyah telah mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Purworejo. Merasa diperlakukan tidak adil, mantan petinju nasional yang pernah menjuarai kelas bantam yunior tahun 2000 itu pun melakukan aksi mogok makan.

"Mulai tanggal 11 Mei 2019 saya sudah mogok makan," kata Ambyah saat ditemui detikcom di Rutan Purworejo, Senin (13/5/2019).


Ambyah meminta bupati Purworejo, Agus Bastian, untuk melakukan penghitungan nilai atas kegiatan-kegiatan realisasi pengelolaan dana desa di Ketangi tahun 2015 - 2017 baik yang terencana di APBD desa maupun yang tidak masuk dalam perencanaan.

"Saya meminta bahwa dalam penghitungan nilai atas kegiatan-kegiatan tahun 2015 sampai 2017 di Desa Ketangi dilaksanakan tidak sepihak tapi juga melibatkan pihak kami," imbuhnya.

Mogok makan tersebut, Ambyah melanjutkan, akan terus dilakukannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan hingga tuntutannya itu dipenuhi.

"Mogok makan ini mau seminggu dua minggu atau mau sampai kapan akan saya lakukan sampai tuntutan saya dikabulkan. Saya juga keberatan, tertulis kerugian negara Rp 522.972.838 kalau dihitung dengan benar nggak sampai segitu dan dananya juga sudah saya realisasikan untuk pembangunan, ini hanya kesalahan administrasi saja," lanjutnya.


Dengan wajah yang lesu dan tubuh sedikit lemas, Ambyah berpesan agar pihak keluarga terus mendukung perjuangannya. Selain itu ia juga mengingatkan para kades agar berhati-hati dalam mengelola dana desa agar tidak terjadi kesalahan administrasi sehingga bernasib seperti dirinya.

Menurut Ambyah, kerugian negara sebagai dasar sangkaan, dakwaan dan tuntutan terhadap dirinya diperoleh dengan cara yang tidak profesional yang kemudian merugikan masyarakat Desa Ketangi serta dirinya.

Atas klaim aksi yang sudah dijalani selama hampir 3 hari tersebut, pihak Rutan mengaku belum pernah mendatangkan tim medis untuk memeriksa kondisi kesehatan Ambyah.

"Dari pihak yang bersangkutan belum ada keluhan, jadi sampai sekarang belum kami periksa kesehatannya. Sepertinya juga masih sehat-sehat saja," kata Humas Rutan Purworejo, Wisnu Priyo Budi Utomo, kepada detikcom.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed