DetikNews
Kamis 25 April 2019, 07:42 WIB

Round-Up

Kala Ma'ruf Amin Ingin Temui Sandiaga untuk Rekonsiliasi

Usman Hadi - detikNews
Kala Maruf Amin Ingin Temui Sandiaga untuk Rekonsiliasi Ma'ruf Amin di Yogyakarta, Rabu (24/4/2019). Foto: Usman Hadi/detikcom
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Yogyakarta - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengutarakan komitmennya untuk menemui cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Langkah ini diupayakannya untuk mendinginkan suasana pascapemilu 2019.

"Oh ya pasti lah (akan menemui Sandiaga). Kapannya itu yang belum tahu," kata Ma'ruf.

Hal itu disampaikan Ma'ruf usai menghadiri 'silaturahim dan tasyakuran ulama atas kelancaran & kesuksesan pemilu 2019'. Acara ini diadakan Habib Hilal Alaidid di kediamannya di Kampung Minggiran, Yogyakarta, Rabu (24/4/2019).

Ma'ruf kembali menegaskan bahwa dirinya akan mencoba menemui Sandiaga. Sebab menurutnya upaya rekonsiliasi bangsa harus dimulai dari para elite politik termasuk dirinya.

"Bertemunya (dengan Sandiaga) pasti ya. (Karena) bagaimana pun bangsa ini harus kita jaga, harus kita satukan. Tidak boleh ada konflik dan itu harus dimulai dari elite tentu dari pucuknya, atasnya," sebutnya.


"Oleh karena itu baik Pak Jokowi maupun saya tentu akan bertemu (dengan capres-cawapres paslon 02) pada saatnya," sambungnya.

Tak hanya Ma'ruf Amin, upaya rekonsiliasi juga diupayakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu organisasi keagamaan tersebar ini bahkan sudah melakukan rekonsiliasi di kalangan bawah.

"Sekarang sudah berjalan, sudah berlangsung sekarang adalah upaya (rekonsiliasi) yang langsung ke bawah untuk mengajak masyarakat bersatu kembali," jelas Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf di Yogyakarta.

Rekonsiliasi tersebut seperti yang dilakukan Ketua Tanfidziyah PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Eks Wakil Gubernur Jatim tersebut sudah mencoba mempertemukan kiai-kiai pendukung Jokowi dan Prabowo di Jatim.


"Saifullah Yusuf salah seorang Ketua Tanfidziyah PBNU sudah membuat inisiatif untuk mengadakan pertemuan di antara kiai-kiai yang kemarin berbeda pilihan dan alhamdulillah berhasil dengan baik," tuturnya.

"Tentu ini akan diteruskan di daerah-daerah lain dan sampai di tingkat basis di kalangan masyarakat yang paling bawah," sambungnya.

Disinggung mengenai rekonsiliasi para elite politik yang tak kunjung terlaksana, Yahya tak memberikan jawaban spesifik. Hanya saja ia menegaskan bahwa rekonsiliasi bangsa harus dilakukan demi kepentingan rakyat.


"Ya kalau urusan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo kan urusan (rekonsiliasi) di antara para pemimpin dan tokoh politik. Tapi masyarakat ini punya kepentingannya sendiri untuk memelihara keutuhan," katanya.

"Karena keutuhan masyarakat itu kepentingan masyarakat sendiri. Kita tidak menunggu para pemimpin politik ini, kita berjalan untuk kebaikan masyarakat karena ini kepentingan masyarakat," pungkas Yahya.


Saksikan juga video 'Zulhas soal Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo: Bagus Kalau Bisa':

[Gambas:Video 20detik]


(ush/sip)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed