DetikNews
Kamis 25 April 2019, 07:27 WIB

Round-Up

Tak Hanya Soal Santunan, Pemilu Perlu Dievaluasi agar Tak Ada Korban Jiwa

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Tak Hanya Soal Santunan, Pemilu Perlu Dievaluasi agar Tak Ada Korban Jiwa Ganjar Pranowo saat berada di Sleman, Sabtu (20/4/2019). Foto: Ristu Hanafi/detikcom
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Semarang - Puluhan petugas pemilu yang terdiri dari KPPS dan Linmas di Jawa Tengah meninggal dampak dari kelelahan melaksanakan tugas. Upaya memberikan santunan dilakukan, selain itu desakan evaluasi diluncurkan kepada penyelenggara pemilu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjanjikan akan memberikan santunan kepada ahli waris petugas yang meninggal. Selain itu petugas yang saat juga akan diberikan santuan.

"Insyaallah Jumat besok akan kita berikan santunan. Tidak hanya yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan," kata Ganjar Pranowo, Rabu (24/4/2019).

Meski demikian, Ganjar belum menyebutkan berapa nominal yang akan diberikan. Menurut Gajar, santuan itu merupakan bentuk solidaritas.


"Nanti akan kami datangi sebagai bentuk solidaritas. Soal santunan sudah kami siapkan," pungkasnya.

Sementara itu KPU selaku penyelenggara juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk dana santunan. Hingga saat ini diusulkan santunan untuk yang meninggal sebesar Rp 36 juta. Meski demikian juga masih dibahas dana sosial dari iuran anggota KPU.

"Santunan sedang dirapatkan dengan Kemenkeu di pusat. Tapi dari solidaritas KPU ada dari dana pribadi, dana sosial. Belum tahu berapa akan hitung dulu, kebutuhan berapa," kata Paulus kepada detikcom, Selasa (23/4).

Masalah tidak hanya selesai dengan santunan, Ganjar Pranowo bahkan Cawapres Ma'ruf Amin dengan tegas mengusulkan evaluasi. Menurut Ganjar pemilu kali ini sangat menguras tenaga karena serentak Pilpres dan Pileg dengan total 5 surat suara.

"Ya, rasanya mungkin pelaksanaannya tidak serentak kali ya, atau penyerentakannya bisa ditata ulang. Mungkin serentak secara Nasional saja, Provinsi saja dan Kabupaten Kota saja. Sehingga tidak membutuhkan tenaga, pikiran bahkan jiwa seperti ini," tegasnya.


Sementara Ma'ruf Amin menegaskan sistem pelaksanaan pemilu perlu diubah karena dengan lima pilihan akan sangat melelahkan petugas karena bekerja sejak persiapan hingga perhitungan.

"Mungkin sistemnya (Pemilu) itu harus juga perlu dipertimbangkan karena kerja ya serentak, kemudian dengan lima, memilih lima pilihan, menyiapkan segalanya mungkin terlalu lelah ya," kata Ma'ruf usai menghadiri tasyakuran Pemilu di kediaman Habib Hilal Alaidid Kota Yogyakarta, Rabu (24/4/2019).

"Yang penting itu supaya tidak terlalu melelahkan. Keinginan serentak tapi bagaimana tidak melelahkan, itu perlu dirundingkan, perlu dibicarakan ulang (setelah) melihat bahwa banyak korban karena kelelahan," imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah petugas KPPS dan Linmas yang meninggal terus bertambah. Pada data KPU hari Selasa (23/4) lalu ada 25 orang yang meninggal, sehari kemudian atau Rabu (24/4) kemarin tercatat sudah ada 32 orang meninggal dampak dari kelelahan seperti sakit atau kecelakaan saat berkendara.


Saksikan juga video 'Bertambah Lagi, Petugas KPPS Meninggal':

[Gambas:Video 20detik]



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(alg/sip)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed