DetikNews
Selasa 23 April 2019, 19:13 WIB

Antisipasi Petugas Sakit, KPU Bantul Beri Vitamin

Pradito Rida Pertana - detikNews
Antisipasi Petugas Sakit, KPU Bantul Beri Vitamin Kantor KPU Kabupaten Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Bantul - Proses penghitungan suara di Kabupaten Bantul mulai dilakukan di masing-masing kecamatan. KPU Bantul menyiapkan tim medis di 17 kecamatan saat penghitungan di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

KPU Bantul mencatat 1 anggota KPPS meninggal dunia dan 2 anggota PPK harus mendapat perawatan di rumah sakit saat Pemilu. Karena itu, KPU menginginkan adanya jaminan perlindungan pada Pemilu mendatang.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bantul, Mestri Widodo menjelaskan tugas yang diemban KPPS memang sangat berat. Mengingat lebih dari 12 jam mereka bekerja untuk menyelesaikan pemungutan, penghitungan dan administrasi yang nantinya diserahkan ke PPK.

"Untuk mengatasi kelelahan fisik petugas PPK yang saat bertugas, mulai kemarin (Senin 22/4/2019) pihak puskesmas sudah membantu pemeriksaan kesehatan seperti check up dan menambah vitamin (ke Petugas KPPS)," kata Mestri saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (23/4/2019) sore.

Terkait meninggalnya satu petugas KPPS lanjut dia, KPU Bantul menjamin keluarga yang bersangkutan mendapatkan santunan. Mengingat sebelumnya anggota KPPS yang bertugas telah diasuransikan oleh KPU.


"Kami pastikan keluarga dari yang bersangkutan (Mujiono) dapat santunan, karena sudah ada asuransi," katanya.

Mestri menambahkan, meninggalnya anggota KPPS dan beberapa petugas Pemilu karena kelelahan fisik saat bertugas akan menjadi evaluasi tersendiri oleh KPU guna menyelenggarakan Pemilu yang lebih baik lagi.

"Jelas kejadian ini jadi evaluasi khusus, dan untuk pemilu berikutnya diharap ada perlindungan untuk penyelenggara pemilu yang lebih baik dari saat ini," katanya.

Sementara itu Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Bantul, Arif Widayanto mengatakan anggota KPPS 49 Gilangharjo, Pandak, Mujiono meninggal karena kelelahan fisik.

"Ada 1 anggota KPPS 49 Gilangharjo, (Kecamatan) Pandak yang meninggal atas nama Mujiono," ujar Arif Widayanto.

Menurut Arif, meninggalnya Mujiono diduga karena kelelahan fisik saat mempersiapkan salah satu TPS yang digunakan untuk pemungutan suara di Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Mengingat saat itu anggota KPPS bekerja hingga larut malam.

"Jadi malam sebelum hari H (Selasa 16/4/2019) itu yang bersangkutan (Mujiono) kan nunggu kotak (suara Pemilu) di TPS. Terus paginya (Rabu 17/4/2019) mengeluh sakit dan dibawa ke Rumah Sakit lalu meninggal. Jadi belum melaksanakan tugas itu (Mujiono)," katanya.

"Kalau untuk yang sakit, update terakhir ada 2 teman PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) yang drop, tapi hanya rawat jalan," pungkas Arif.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu


Saksikan juga video '90 Petugas KPPS Meninggal, Format Pemilu Tak Efektif':

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed