DetikNews
Sabtu 20 April 2019, 09:30 WIB

Pemungutan Ulang di TPS 16 Welahan Jepara, Warga Tetap Antusias

Wikha Setiawan - detikNews
Pemungutan Ulang di TPS 16 Welahan Jepara, Warga Tetap Antusias Pemungutan Ulang di TPS 16 Desa Welahan, Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jepara - Antusias warga dalam pemungutan suara ulang Pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) 16 Desa Welahan, Kabupaten Jepara tak berkurang. Hingga pukul 09.00 WIB daftar hadir mencapai 80 orang lebih.

Tidak anda antrean bagi pemilih yang hadir di TPS. Tiap warga yang datang langsung mengisi daftar hadir dan mendapatkan kertas suara.

Pelaksanaan pemungutan suara ulang itu dijaga oleh sejumlah anggota kepolisian baik berseragam maupun tidak berseragam resmi. Hadir juga Camat Welahan, Nuryanto.

Pemungutan suara di TPS 16 terpaksa harus diulang karena kesalahan administrasi. Surat suara yang mestinya ditandatangani Ketua KPPS, Heru Setyawan digantikan ayahnya, Sukardi tanpa ada penetapan PAW. Sebab, saat pelaksanaan Heru masih berada di perantauan.

Saat ini, Ketua KPPS resmi digantikan M Irfan, yang sebelumnya adalah anggota KPPS.

Pemungutan Ulang di TPS 16 Desa Welahan, Jepara.Pemungutan Ulang di TPS 16 Desa Welahan, Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Kami berupaya supaya warga tetap mencoblos hak pilihnya meski diulang. Hingga saat ini sudah ada 80 lebih yang hadir," kata M Irfan kepada detikcom, Sabtu (20/4/2019)

Camat Welahan, Nuryanto menuturkan bahwa sejak terjadi permasalahan tersebut pihaknya berkoordinasi dengan ketua RT yang berkaitan dengan DPT di TPS 16, guna sosialisasi pemungutan suara ulang.


"Upaya kami tidak kurang-kurang. Kami sudah kumpulkan ketua RT- ketua RT untuk menyadarkan warganya," paparnya.

Harapannya, tingkat partisipasi warga tidak berkurang. Sebelumnya, dari total 261 DPT, yang hadir mencapai 213 orang.

Pemungutan suara di TPS 16 Desa Welahan, Jepara.Pemungutan suara di TPS 16 Desa Welahan, Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Kalau bisa ya bertambah, tapi karena di sini banyak yang kerja sebagai buruh. Paling tidak 70 persen dari jumlah kemarin," ungkapnya.

Sementara, Maryanto, seorang warga Desa Welahan mengaku bahwa meski pemungutan diulang tidak mengganggu aktivitasnya.


"Harusnya tidak menganggu karena ini memang tanggungjawab kita sebagai warga negara," katanya.

Permasalahan di TPS 16 tersebut dapat dijadikan pelajaran penting supaya ke depan lebih baik.

"Ini bisa menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara. Harapan soal pemilu, presiden dan wakil rakyat terpilih mampu menyejahterakan rakyat. Sering terjun langsung ke lapangan biar tahu aspirasi rakyat," tandasnya.

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jawa Tengah, Putnawati yang sedang meninjau pelaksanaan pemungutan suara ulang menuturkan bahwa kasus pemungutan suara ulang di Kabupaten Jepara unik. Dari sejumlah temuan pelanggaran di tingkat TPS, TPS 16 Welahan ini hanya satu-satunya.

"Iya, ini termasuk unik. Dalam SK mestinya ketua KPPS yang tandatangani surat suara, tapi di sini oleh orang lain yang tidak sesuai dengan SK," ujarnya kepada detikcom.

Pihaknya sudah melakukan teguran kepada penyelenggara di TPS tersebut. Dan sesuai rekomendasi Bawaslu dan KPU setempat dilakukan pemungutan suara ulang. Sebab, hanya pelanggaran adminsitrasi. Sehingga, sesuai rekomendasi Bawaslu dan KPU Kabupaten Jepara supaya dilakukan pemungutan suara ulang.

"Untuk sanksi kita tegur karena ini pelanggaran administrasi. Dan pihak penyelenggara di tingkat TPS sudah sosialisasi supaya antusias pemilih tetap tinggi," paparnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka menambahkan bahwa kali pertama mendapat laporan berkait pelanggaran tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap minat pemilih.

"Jadi memang mendengar peristiwa ini, dapat berdampak pada minat pemilih. Sehingga yang perlu diselamatkan pemilih saat pemungutan ulang," katanya.

Ditambahkannya, beberapa yang harus dilakukan menggelar pemungutan suara ulang sesuai prosedur.

"Selain itu sosialisasi supaya warga tetap antusias," tandasnya.


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu



(sip/sip)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed