DetikNews
Kamis 18 April 2019, 17:12 WIB

1 TPS di Magelang Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

Eko Susanto - detikNews
1 TPS di Magelang Berpotensi Pemungutan Suara Ulang Foto: Eko Susanto/detikcom
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Magelang - Proses coblosan suara di TPS 1 Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). Hal ini karena ada 4 pemilih dari luar daerah yang bukan ber-KTP setempat ikut melakukan pencoblosan.

Adapun untuk di TPS 1 Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, jumlah DPT-nya sebanyak 274. Kemudian pemilih yang hadir melakukan pencoblosan, Rabu (17/4/2019), sebanyak 188. Sedangkan untuk daftar pemilih A5 dan DPK tidak ada.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifuddin mengatakan, ada permasalahan di TPS 1 Tempurejo yakni ada pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan DPTb memilih menggunakan KTP. Keempat pemilih tersebut ber-KTP di luar alamat TPS.

"Kita ada permasalahan di TPS 1 Tempurejo itu ada pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan DPTb (tambahan) memilih menggunakan KTP, tetapi ternyata dari luar alamat TPS. Sehingga hasil pertemuan tadi menyimpulkan bahwa ini berpotensi PSU," kata Afif saat ditemui usai melakukan pertemuan di komplesk Kantor Kecamatan Tempuran, Kamis (18/4/2019).

"Kemudian kita menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Rekomendasi dari Bawaslu itu nanti dikaji di KPU. Dipleno KPU, apakah kemudian PSU dilaksanakan atau tidak. Jadi kesimpulan tetap rapat pleno KPU," katanya.

"Kita membawa hasil di sini (pertemuan tadi) ke rapat pleno KPU. Ini kita petakan sebagai potensi pemungutan suara ulang, jadi belum kesimpulan ini pemungutan suara ulang atau tidak pemungutan suara ulang, tapi masih kita identifikasi sebagai potensi pemungutan suara ulang," lanjut Afif.

Sesuai dengan UU mengenai PSU, kata dia, maksimal dilaksanakan 10 hari setelah pemungutan. Rencananya malam nanti KPU akan melakukan pleno untuk memutuskan permasalahan tersebut.

"Kalaupun nanti kesimpulan dari KPU ternyata PSU juga, maka kita rencanakan secepatnya. Malam nanti pasti pleno, ketika diputuskan PSU maka kita upayakan hari libur (hari minggu), tapi kalau keputusan tidak kan berarti ya tidak ada PSU," ujar dia.

Menyinggung perihal jika dipleno KPU diputuskan PSU, kata Afif, untuk logistik tercukupi termasuk surat suara PSU masing-masing jenis pemilihan disediakan 1.000.

"Kelengkapan logistik ada khusus. Untuk PSU itu ada surat suara PSU itu masing-masing jenis pemilihan kan disediakan 1.000 dan sudah tersedia semua," ujarnya.

Saat ditanya ada empat orang dari luar daerah yang telah melakukan pencoblosan di TPS tersebut, kata Afif, membenarkan. Empat pemilih tersebut bukan ber-KTP alamat TPS dan bukan pemilih tambahan.

"Yang ber-KTP bukan KTP setempat ada empat. Ada empat orang yang sudah menggunakan hak pilih. Harusnya dia pakai A5, tetapi dia diperlakukan sebagai DPTb hanya saja tidak menggunakan A5. Karena dia sebenarnya bukan DPK, karena KTP-nya jelas dari KTP luar daerah, dia diperlakukan sebagai DPTb hanya dia tidak menunjukkan A5 dan tidak ada dalam A4 (daftar pemilih tambahan)," katanya.

"Sebenarnya bisa saja ketika A4 itu kosong tidak ada nama orangnya, tetapi pemilih membawa A5 bisa nanti ditulis secara manual di form A4, tetapi itu dua-duanya tidak ada. Jadi di form A4 (daftar pemilih tambahan) tidak ada, pemilih juga tidak membawa A5, tetapi pelayanannya waktu di TPS itu diperlakukan sebagai pemilih pindahan. Kan di sini menjadi potensi PSU," tegasnya.

"Di TPS itu DPT-nya 274. Yang hadir 188. Dia (empat pemilih) ditulis dalam form daftar hadir DPK, tapi perlakuannya pemberian surat suara itu DPTb. Kalau DPTb kan seharusnya 5 surat suara, jadi yang berpotensi pemungutan suara ulang hanya empat yakni presiden, DPR, DPD dan DPRD provinsi," kata Afif.

Afif menambahkan KPU Kabupaten Magelang masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu.

"Kita kan nanti menunggu rekomendasi dari Bawaslu, jajaran Bawaslu. Setelah itu, kita lakukan rapat pleno. Karena ini sudah melibatkan Bawaslu, ya memang nunggu dari Bawaslu. Kalau tidakpun, kita sebenarnya sudah bisa melakukan pleno dengan usulan dari KPPS kita bisa memplenokan itu," kata Afif.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Habib Shaleh mengatakan, di TPS Tempurejo ini ada 11 pemilih yang menggunakan KTP dari luar daerah. Dari 11 pemilih ini, empat orang sudah memilih.

"Jadi begini di TPS Tempurejo ini ada 11 pemilih yang itu menggunakan KTP di luar daerah. Dari 11 ini, empat orang sudah memilih. Nah, empat orang sudah menggunakan hak pilih, kemudian yang 7 orang ini berhasil dicegah oleh KPPS dan PTPS agar tidak menggunakan hak pilihnya," kata Habib.

Habib mengatakan Bawaslu Kabupaten Magelang tadi malam menuju lokasi untuk memantau perkembangan dan melihat situasi.

"Atas dasar ini, Bawaslu Kabupaten Magelang semalam menuju ke lokasi TPS untuk memantau perkembangan dan melihat situasi. Kemudian, kami mengumpulkan data-data dari teman-teman kami di lapangan, dari Panwascam, Panwasdes dan PTPS. Hari ini, kami bertemu semua pihak, stakeholder terkait mulai dari PTPS, Panwasdes, Panwascam, kemudian juga dari KPSS, dari PPS, PPK untuk bertemu tujuannya adalah kita mengali fakta-fakta di lapangan," ujar dia.

"Setelah ketemu fakta-fakta di lapangan, kemudian kita buat kajian. Sekarang sedang kita buat kajian. Jadi, dari pembicaraan kami pleno Bawaslu Kabupaten Magelang adalah rekomendasinya adalah PSU," tegas Habib.




Tonton juga video KPU Catat 2.249 TPS Bermasalah di Pemilu 2019:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed